LHOKSEUMAWE – PT Pembangunan Aceh (PEMA) melakukan pelepasan kapal induk lifting sulfur perdana untuk dikirim ke pabrik kertas PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Riau.
Sulfur sebanyak 1.300 ton itu merupakan hasil produksi wilayah kerja Medco Blok A, yang dilakukan pengapalan perdana melalui Pelabuhan Blanglancang, Lhokseumawe, Jumat sore, 14 Januari 2022.
Direktur Migas dan Pertambangan PT PEMA, Hasballah, mengatakan itu merupakan lifting (pengangkatan) perdana tahun 2022 yang dilakukan PT PEMA. Sulfur dipakai untuk pabrik pupuk, industri kimia, industri kosmetik dan lainnya.
“Sulfur adalah elemen kimia non-metal yang memiliki dua bentuk kristal, yaitu alpha sulfur, sulfur rombic dan beta sulfur monoclinic. Namun, kedua elemen itu memiliki warna kuning dan tidak dapat larut dalam air, larut dalam alkohol dan ether, larut dalam karbon disulfide, karbon tetraklorida dan benzene,” jelas Hasballah.
General Manager Operasional PT Patriot Nusantara Aceh, Rustam Effendi, menyebutkan, pihaknya sangat berterima kasih kepada Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) yang mendukung untuk lifting sulfur perdana oleh PT PEMA, sehingga akan dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh.
“Kami di kawasan atau KEK Arun Lhokseumawe full support untuk PT PEMA sebagai trading pada Badan Usaha Milik Aceh (BUMA). Tentunya kami sangat mendukung, apalagi pada tahun 2022 kegiatannya mungkin lebih banyak lagi ekspor-ekspor atau pengapalan selanjutnya. Semoga ini bermanfaat untuk masyarakat Aceh juga bila ada investor-investor yang akan menuju masuk kemari lagi,” ungkap Rustam Effendi yang juga selaku Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.
Selain itu, kata Rustam, pihaknya juga men-support untuk pemerintah daerah. Sehingga daerah khususnya Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe bisa berkembang pesat. Mengenai pengapalan sulfur itu merupakan kerja sama PT PEMA dengan PT Patriot Nusantara Aceh yang berada di kawasan KEK Arun Lhokseumawe. []




