LHOKSUKON – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menyatakan semua pintu portal milik perusahaan itu dibuka saat terjadi kebakaran di Paya Bakong, Aceh Utara, beberapa hari lalu.

“Pintu portal akan selalu dibuka saat ada kejadian emergency atau ada permintaan untuk kebutuhan yang mendesak. Saat kejadian kebakaran di Paya Bakong, semua pintu portal sudah dibuka, bahkan sebelum mobil pemadam datang,” ujar Field HR & General Affair PHE-NSB, Armia Ramli, dalam keterangannya menjawab portalsatu.com/, Rabu, 30 Oktober 2019.

Armia Ramli menjelaskan, portal dipasang guna mencegah mobil-mobil yang melebihi tonase melewati jalan antarcluster. Hal itu untuk mencegah jalan rusak kembali. Artinya, kondisi jalan tersebut dijaga agar dapat terus digunakan bersama dengan masyarakat.

“Satu sisi portal yang selalu terbuka bisa dilewat oleh mobil pribadi hingga truk dengan berat total maksimum 8 ton seperti truk hercules dan sejenisnya,” tutur Armia Ramli.

Sebelumnya diberitakan, anggota DPRK Aceh Utara dari Nasdem, Zubir HT., menyerahkan bantuan untuk korban kebakaran di Kecamatan Paya Bakong, Ahad, 27 Oktober 2019. Zubir turut menyinggung keberadaan portal PT PHE yang dipasang mulai dari Cluster I hingga Cluster IV.

“Informasi yang saya terima dari warga Paya Bakong, keberadaan portal itu sempat menghambat mobil pemadam kebakaran, sehingga setelah tiga jam musibah, mobil damkar baru tiba di lokasi,” kata Zubir dalam keterangan tertulis via WhatsApp, Senin, 28 Oktober 2019. (Baca: Dewan Nasdem Sebut Portal PT PHE Hambat Mobil Damkar)[]