Ya Rasulallah,

Andaikata Engkau

ada di sini, saat ini

Engkau pasti

Mencucurkan air mata

Melihat ummatmu

Yang tak habis-habisnya

Menjual sorga

Dengan begitu murah

 

Saling injak,

Saling sikut,

Saling caci, bahkan

Saling bunuh

sesama saudara sendiri

adalah bahasa

yang selama ini

kami jalani

 

 

Wahai Kekasih Allah,

Andaikata Engkau

hadir di sini, saat ini

Hatimu pasti tersayat

Melihat umatmu

Yang  dengan mudahnya

Mengkafirkan satu sama lain

Seolah-olah luasnya

Sorga sama seperti

Lapangan bola

Yang Cuma bisa menampung

Mereka sendiri

 

Ya Rasulallah,

Kami seharusnya

Malu kepadamu

Tapi entah kemana

Perginya rasa malu itu

(Anton Widyanto, Darussalam, 21/1/2016)