Kau pakai peci
Tapi kau jadikan lap kaki
Kau selempangkan sorban
Tapi kau buat bualan
Di hadapan manusia
Mulutmu manis
Bagaikan susu
Yang dicampur madu
Suaramu lantang
Di atas mimbar
teriakkan kebenaran
Suaramu bergetar
Di atas podium
mencaci maki kezaliman
Tapi di belakang
Justru kau
menjadi pelaku kemungkaran
Kau telanjangi dirimu
Di depan Tuhan
Seolah Dia buta
Kau nampakkan auratmu
Di hadapan Tuhan
Seolah Dia tidak berada
(Anton Widyanto, Darussalam, 21/1/2016)







