Senin, Juni 24, 2024

Atlet KONI Aceh Rebut...

BANDA ACEH - Prestasi mengesankan ditoreh atlet binaan KONI Aceh yang dipersiapkan untuk...

Realisasi Pendapatan Asli Aceh...

BANDA ACEH - Realisasi Pendapatan Asli Aceh (PAA) tahun 2019-2023 melampaui target. Akan...

Judi Online: Antara Frustasi...

Oleh: Muhammad Syahrial Razali Ibrahim, Dosen Fakultas Syariah IAIN LhokseumawePemberitaan judi online akhir-akhir...

Hujan dan Angin Kencang,...

ACEH UTARA - Dua rumah di Dusun Dua Lampoh U, Keude Pantonlabu, Kecamatan...
BerandaBerita LhokseumawePuluhan Proyek DOKA...

Puluhan Proyek DOKA Lhokseumawe Disanggah Peserta Tender, Ada Apa?

LHOKSEUMAWE – Sebanyak 27 paket dari 28 proyek bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Kota Lhokseumawe yang ditender oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) pada Agustus 2023 mendapat sanggahan dari perusahaan peserta lelang.

Data diperoleh portalsatu.com, Kamis, 7 September 2023, dari 28 paket DOKA ditender Pemko Lhokseumawe melalui ULP pada Agustus 2023, hanya satu kegiatan yang tidak ada sanggahan, yaitu Pembangunan Mushalla Relokasi Gampong Padang Sakti Kecamatan Muara Satu.

Dari 27 proyek DOKA mendapat sanggahan, rinciannya tiga paket masing-masing mencapai empat sanggahan (perpaket disanggah oleh empat perusahaan peserta tender), empat paket masing-masing tiga sanggahan, delapan paket masing-masing dua sanggahan, dan 12 paket masing-masing satu sanggahan.

Tiga paket pekerjaan masing-masing mendapat empat sanggahan yaitu: Pembangunan Pos Damkar dan Fasilitas Pendukung Lainnya Kota Lhokseumawe (DOKA); Revitalisasi Poskesdes Baloy (DOKA); dan Pembangunan Pagar SDN 4 Muara Satu (DOKA).

Empat paket masing-masing memperoleh tiga sanggahan, yakni: Penyelesaian Pembangunan Laboratorium Bahasa SMPN 12 Lhokseumawe (DOKA); Revitalisasi Poskesdes Blang Buloh (DOKA); Revitalisasi Poskesdes Paloh Punti (DOKA); dan Pembangunan Asrama Putri Dayah Nurul Muhtadi Al-Aziziyah Gampong Meuria Paloh Kecamatan Muara Satu.

Dilihat pada situs LPSE Lhokseumawe, proses tender 28 paket DOKA itu berlangsung sejak awal Agustus 2023. Berdasarkan jadwal dan tahapan tender paket-paket tersebut, penetapan dan pengumuman pemenang pada 31 Agustus 2023; masa sanggah 31 Agustus – 5 September 2023; Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa, 5-6 September 2023; dan Penandatanganan Kontrak, 6-8 September 2023.

“Kita lihat pada sistem (LPSE Lhokseumawe), 27 paket DOKA masuk sanggahan. Cuma satu paket yang tidak masuk sanggahan dari 28 paket (DOKA Kota Lhokseumawe yang ditender pada Agustus 2023),” kata salah seorang kontraktor dihubungi portalsatu.com melalui telepon seluler, Kamis (7/9), siang.

Kontraktor ini menyebut penyebab peserta tender melayangkan sanggahan lantaran ULP atau panitia lelang menetapkan pemenang yang mengajukan harga penawaran lebih tinggi. “Misalnya, selisih harga penawaran perusahaan yang dimenangkan (ditetapkan pemenang) dengan perusahaan lain Rp20 juta. Yang dimenangkan perusahaan yang harga penawarannya lebih tinggi. Inikan berpotensi merugikan negara. Seharusnya dimenangkan yang penawarannya lebih rendah,” ujar kontraktor itu yang minta tidak ditulis namanya.

Menurut dia, penyebab lainnya muncul sanggahan, karena banyak peserta tender paket tersebut tidak dapat menerima alasan yang disampaikan pihak ULP. “Misalnya, disampaikan ada kekurangan tertentu, itu tidak dapat diterima oleh peserta tender sehingga melayangkan sanggahan,” tuturnya.

“Selain itu, ada perusahaan yang ditetapkan pemenang tender itu diduga tidak bersertifikat standar,” tambah kontraktor yang ikut menjadi peserta tender beberapa paket DOKA itu dengan sejumlah perusahaan berbeda.

Sebagai rekanan yang ikut tender, kata dia, “Timbul tanda tanya: kok bisa 28 paket DOKA yang ditender pada bulan yang sama, 27 paket masuk sanggahan. Apa ini penyebabnya, ada apa?”

“Saya yang tiap tahun ikut tender paket APBK, APBA, dan APBN, belum pernah menemukan kejadian seperti ini. Apalagi ada paket yang disanggah oleh empat perusahaan. Biasanya paling ada satu sanggahan, dan sebelum teken kontrak sudah dijawab sanggahan itu. Tapi, kalau lebih 25 paket mendapat sanggahan, saya kira tidak cukup waktu untuk dijawab sanggahan tersebut, apalagi ada satu paket yang disanggah oleh empat perusahaan,” ujar kontraktor itu.

Soal pada sistem LPSE, jadwal tender 27 paket DOKA itu sekarang masuk tahap penandatangan kontrak, dia menilai, “Sebenarnya tidak boleh langsung dilakukan penandatanganan kontrak kalau sanggahan belum dijawab. Setelah dijawab sanggahan baru bisa diserahkan ke dinas untuk tanda tangan kontrak dengan penyedia”.

“Atas kejadian ini, kita minta Pemko Lhokseumawe melalui ULP melakukan tender ulang 27 paket DOKA itu. Pj. Wali Kota harus bersikap tegas dengan mengevaluasi dan menggganti panitia tender, karena banyaknya sanggahan menunjukkan pihak ULP tidak mampu bertugas dengan baik dan terindikasi bermasalah,” ujar kontraktor itu.

Kepala ULP Setda Lhokseumawe, Edi Faisal, dua kali dihubungi portalsatu.com untuk mengkonfirmasi data dan informasi tersebut, tidak mengangkat panggilan masuk di telepon selulernya, Kamis (7/9). Sampai berita ini ditayangkan, Edi Faisal juga belum merespons pertanyaan dikirim portalsatu.com via pesan Whatsapp.[](red)

Baca juga: