ACEH UTARA – Perjalanan menuju sekolah bagi puluhan siswa di pedalaman Aceh Utara bukanlah hal mudah. Setiap hari, mereka harus menantang arus deras Krueng Keureuto dengan menggunakan speedboat tanpa mesin demi menggapai pendidikan.

Melihat kondisi tersebut, Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil akrab disapa Ayahwa, melalui pihak Kantor Camat Tanah Luas, menyalurkan bantuan 30 unit pelampung kepada anak-anak di Dusun Biram, Gampong Plu Pakam, Kecamatan Tanah Luas. Bantuan tersebut diterima Keuchik Gampong Plu Pakam, Aramam, Selasa, 28 April 2026.

Selama bertahun-tahun, sekitar 40 siswa dari dusun tersebut harus menyeberangi sungai untuk bersekolah di SD Negeri 7 Paya Bakong di Gampong Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi warga setempat, terutama saat debit air sungai (Krueng Keureuto) meningkat.

Kepala Dusun Biram, Nariman, kepada portalsatu.com, Rabu (29/4), mengatakan pihaknya mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut. Untuk sementara waktu pelampung ini dinilai sangat membantu meningkatkan keselamatan anak-anak saat menyeberang sungai ke sekolah.

“Terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara yang telah peduli terhadap keselamatan anak-anak kami. Bantuan ini sangat bermanfaat,” ujar Nariman.

[Foto: Istimewa]

Meski demikian, Nariman berharap perhatian pemerintah daerah tidak berhenti sampai di sini. Warga menginginkan solusi jangka panjang berupa pembangunan jembatan permanen yang dapat menghubungkan Dusun Biram dengan Dusun Pante Kiro, Gampong Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong.

“Harapan kami ke depan, Pemkab Aceh Utara bisa membangun jembatan permanen, agar anak-anak sekolah dan aktivitas masyarakat atau para petani menjadi lebih mudah dan aman melewati sungai tersebut,” ungkap Nariman.

Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, Muntasir Ramli, saat dikonfirmasi terkait bantuan tersebut mengaku akan mengecek lebih lanjut.[]