ACEH UTARA — Tim Kesehatan UPTD Puskesmas Langkahan, Aceh Utara, menemukan banyak warga menderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pascabanjir bandang.
Kondisi itu disebabkan lingkungan masih dibalut dengan debu tebal sisa lumpur banjir di jalan utama Kecamatan Langkahan. Banyak masyarakat belum terbiasa menggunakan masker, sehingga berpotensi menderita ISPA.
Kepala UPTD Puskesmas Langkahan, Suwardi, S.K.M., Kamis, 29 Januari 2026, mengatakan pascabencana akhir 2025 hingga 28 Januari 2026, pihaknya menerima 498 kunjungan pasien, dan 119 di antaranya penderita ISPA. Warga yang menderita ISPA terdiri dari anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia.
Selain faktor debu, kata, Suwardi, penggunaan masker juga masih belum maksimal di kalangan masyarakat. Masih banyak warga yang belum memahami, penyebab dan dampak negatif dari ISPA.
“Kami terus melakukan pembagian masker dan edukasi pada masyarakat terkait pencegahan ISPA. Seperti menyiram debu yang ada di sekitar lingkungan serta rutin membersihkan ruangan tempat tinggal,” ujar Suwardi.
Suwardi menyebut Tim Kesehatan Puskesmas Langkahan juga memberi pengobatan di setiap pengungsian secara mobile. Namun, hingga saat ini belum ada masyarakat yang membutuhkan penanganan lebih intensif ke rumah sakit terkait kasus ISPA.
“Sejauh ini masih bisa ditangani di tingkat Puskesmas. Kami mengharapkan agar masyarakat yang mengalami gejala ISPA, segera ke Puskesmas untuk memperoleh pengobatan dan tindakan medis,” kata Suwardi.[]




