Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, bersama Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah menghadiri rapat paripurna istimewa DPRK Banda Aceh dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-821 Kota Banda Aceh, Rabu (22/4/2026).

Dengan mengenakan busana adat Aceh, keduanya berjalan kaki dari Balai Kota menuju gedung dewan dan disambut langsung oleh Ketua DPRK Irwansyah beserta unsur pimpinan dan anggota dewan.

Dalam sambutannya, Illiza menegaskan bahwa tema HUT ke-821, “Sinergi dan Kolaborasi”, bukan sekadar slogan, melainkan telah menjadi cara kerja nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan kota.

“Ini bukan sekadar tema. Ini adalah cara kita bekerja hari ini. Karena kita menyadari, membangun kota tidak bisa dilakukan sendiri. Sinergi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan,” ujar Illiza.

Ia menyebutkan bahwa dalam satu tahun kepemimpinannya bersama Afdhal, Pemerintah Kota Banda Aceh terus berupaya memastikan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Di antaranya melalui pengendalian harga kebutuhan pokok untuk menjaga stabilitas ekonomi, penguatan kepedulian sosial agar tidak ada warga yang tertinggal, serta peningkatan akses layanan kesehatan dan pendidikan.

Pemerintah juga melakukan penataan wajah kota, termasuk kebersihan, fasilitas publik, dan pengembangan kawasan seperti Ulee Lheue agar Banda Aceh semakin tertib, nyaman, dan hidup.

Illiza turut memaparkan sejumlah capaian, mulai dari Universal Health Coverage, inovasi SIRA (Sinergi Inovasi ARIP), opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih 17 kali berturut-turut, hingga penghargaan CityNet SDG City Awards.

Menurutnya, seluruh capaian tersebut bukan semata milik pemerintah, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen kota.

“Ini adalah milik kita bersama, hasil dari sinergi seluruh elemen kota yang bergerak dalam satu arah dan tujuan yang sama,” katanya.

Peringatan HUT ke-821 Kota Banda Aceh juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti Raker Komwil I APEKSI, Banda Aceh City Expo, penanaman pohon di Hutan Kota Tibang, serta seminar nasional sebagai ruang memperkuat arah pembangunan ke depan.

Illiza menegaskan, tantangan ke depan akan semakin kompleks, namun dengan kolaborasi yang kuat, Banda Aceh diyakini mampu menjadi kota yang lebih maju, kompetitif, dan membahagiakan warganya.

Ia pun mengajak seluruh elemen, mulai dari DPRK, Forkopimda, dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, hingga warga kota untuk terus memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah.

“Hari Jadi ke-821 ini adalah milik kita bersama. Banda Aceh tidak dibangun oleh satu pihak, tetapi oleh kebersamaan seluruh warganya. Dan selama kolaborasi ini terus kita jaga, Banda Aceh akan terus berkembang menjadi kota yang membahagiakan dan membanggakan,” tutupnya. [adv]