KESENIAN Aceh yang memiliki karakteristik seperti saman yang ditarikan oleh perampuan yaitu Ratoh Jaroe kembali diakui dunia.

Kali ini prestasi tersebut diraih oleh tim International Program Dance Club Universitas Islam Indonesia (IPDC-UII) Yogyakarta dalam acara International Grand Festival of Folklore, Dance dan Music “Magic Bridges Of Vieena And Prague 2017”, di Vienna, Austria, Eropa.

Event akbar yang diadakan dari tanggal 28 Oktober hingga 04 November ini  membuahkan hasil membanggakan bagi Tim IPDC UII Yogyakarta dan Indonesia tentunya, dengan membawa pulang Grand Prix dan First Winner Adult Category.

“Pada even kali ini kita memperoleh dua juara dengan mengalahkan 59 tim dari berbagai negara lainnya, ini merupakan hasil kerja keras dan doa rekan-rekan semuanya, ini merupakan cara kita mengharumkan nama Indonesia,” ungkap ketua IPDC, Syarifah Maudia A.

Belasan negara ikut memperebutkan kejuaraan bergengsi tersebut, seperti India, Bulgaria, Iran, Russia, Ukraina, Kazakhstan, Malaysia, dan berbagai negara lainnya sehingga membuat persaingan semakin ketat.

Nurus Sa’adah, selaku ketua perjalanan mengatakan, pada kejuaraan kali ini pihaknya menampilkan Ratoh Jaroe dan juga Tarek Pukat.

“Meski kita bersaing ketat dengan belasan negara lainnya, namun alhamdulillah kita bisa meraih Grand Prix dan first winner Adult Category, dan kami sangat berterima kasih untuk semua pihak yang telah mendukung kami,” katanya.

Tarian Ratoh Jaroe yang ditarikan oleh 13 penari membuat para penonton tercengang, hanya dapat mengatakan “Bravo-bravo” dan tepuk tangan meriah tentunya. Selain itu tim IPDC juga dilatih dan diiringi oleh T.M Rafsanjani, Muhammad Al Farra, Rizky Gen dan Alhayat Muhaimin.[]

Tim International Program Dance Club Universitas Islam Indonesia (IPDC-UII) Yogyakarta dalam acara International Grand Festival of Folklore, Dance dan Music “Magic Bridges Of Vieena And Prague 2017”, di Vienna, Austria, Eropa, 30 Oktober 2017.