BANDA ACEH – Sebanyak 10 Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) berstatus ‘rapor merah’ lantaran realisasi keuangan APBA 2017 masih rendah.

Dikutip portalsatu.com dari p2k-apba.acehprov.go.id, realisasi keuangan APBA 2017 per SKPA sampai 14 Juli, keuangan 31,5 persen dan fisik 33,5 persen. Sedangkan target sampai 31 Juli 2017, keuangan 40 persen dan fisik 45 persen dari total pagu Rp14,733 triliun.

Dari 10 SKPA ‘rapor merah’, dua di antaranya di bawah 15 persen, yakni Perkim 3,5 persen dan Dayah 8,3 persen. Tujuh SKPA di bawah 20 persen, Budpar 19,4 persen, Pora 17,2 persen, Indag 16,3 persen, BRA 16,2 persen, BPSDM 15,7 persen, Tanah 13,1 persen, ESDM 11,2 persen. Satu SKPA di bawah 25 persen, BPBA 24,3 persen.

Berdasarkan data Pantau Lelang APBA, dari total 1.837 paket/Rp2,95 triliun/41 SKPA. lelang umum 1.653 paket/Rp2,72 triliun/37 SKPA. Belum upload (belum dimulai proses lelang) 643 paket (39 persen). Paling banyak Perkim (152 paket), Disdik (116 paket), Tanbun (78 paket). Sejumlah SKPA lainnya 1-43 paket.

E-catalog/PKL 184 paket/28 SKPA, belum diproses 54 paket (30 persen), paling banyak Disik 35 paket.

Data Pantau Lelang Otsus Kabupaten/Kota, lelang umum 2.133 paket/23 kab-kota. Belum upload 573 paket (27 persen), paling banyak Nagan Raya (62 paket), Aceh Selatan (53 paket), Aceh Tamiang (52), Aceh Timur (48), Aceh Besar (41), dan Aceh Tenggara (40 paket). Sejumlah kab/kota lainnya 7-36 paket.

E-catalog/PKL 113 paket/21 kab-kota, belum proses 56 paket (50 persen).[](idg/*sar)