BANDA ACEH – Realisasi keuangan APBA tahun anggaran 2022 pada triwulan pertama tidak mencapai target yang dibuat Pemerintah Aceh.
Data dilihat portalsatu.com/ pada laman resmi Percepatan dan Pengendalian Kegiatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (P2K-APBA), Senin, 4 April 2022, realisasi keuangan sampai 31 Maret sebesar 9,8% dari target 15%. Sedangkan realisasi fisik 12% dari target 17%.
Pagu APBA 2022 mencapai lebih Rp16,17 triliun (T) terdiri dari Belanja Operasi (BO) Rp9,44 T, Belanja Modal (BM) Rp3,04 T, Belanja Tidak Terduga (BTT) Rp448,85 M, dan Belanja Transfer (BTf) Rp3,22 T lebih.
Serapan BO sampai 31 Maret sebesar 12,86% dari target 16,01%, realisasi BM 8,04% dari target 9,21%, dan serapan BTf 4,03% dari target 19,58%.
Baca juga: BPKP Bersama Inspektorat Aceh Gelar Rapat Validasi Penyerapan Anggaran dan PBJ
Dari 56 Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), realisasi keuangan paling minim Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) baru 0,43%, Dinas Pendidikan Dayah 1,72%, Sekretariat Badan Reintegrasi Aceh (BRA) 2,33%, dan Badan Pengelola Keuangan Aceh (BPKA) 3,83%.
Baca juga: APBA 2022 Rp16,17 Triliun, Realisas Keuangan Januari 1,3 Persen
Data ‘Pantau Aktivitas Strategis APBA 2022’, total 1.679 paket senilai Rp1,96 T di 37 SKPA, sampai 1 April, belum diserahkan dokumen oleh SKPA terkait ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang/Jasa Pemerintah Aceh 1.076 paket, belum tayang 114 paket, tayang 157 paket, ditetapkan pemenang 148 paket, dan tanda tangan kontrak 184 paket.
Sedangkan data ‘Pantau Aktivitas Strategis Otsus Kab/Kota 2022’, total 1.383 paket senilai Rp1,70 T, sampai 4 April, belum diserahkan dokumen 964 paket, belum tayang 115 paket, tayang 160 paket, ditetapkan pemenang 88 paket, dan tanda tangan kontrak 56 paket.
Lihat pula: Ketika Dana Otsus Aceh Jadi SiLPA, Siapa Peduli?



[](red)






