BLANGKEJEREN – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gayo Lues tahun 2022 dari getah pinus masih minim dari target ditetapkan Pemerintah Daerah. Data Bidang Pendapatan Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK), realisasi PAD getah pinus masih di bawah 50 persen.
Kepala BPKK Gayo Lues, Mukhtaruddin, S.E., M.AP., melalui Kabid Pendapatan Rabusin, S.E., M.A., Jumat, 9 Desember 2022, mengatakan target PAD dari getah pinus tahun 2022 mencapai Rp3,6 miliar, dan realisasi hingga 30 November 2022 masih 31,75 persen.
“Target PAD getah pinus tahun 2022 Rp3,6 miliar, yang teralisasi hingga tanggal 30 November Rp1,1miliar atau 31,75 persen,” kata Kabid Pendapatan di ruang kerjanya.
Berdasarkan MoU antara perusahaan dan Pemerintah Aceh, kata Kabid Pendapatan, PAD getah pinus berjumlah 15 persen dari harga beli perusahaan. Itupun dibagi lagi untuk Kabupaten Gayo Lues 7,5 persen, dan PAD untuk Provinsi Aceh 7,5 persen.
“Jika kita rata-ratakan, PAD setiap satu kilo getah pinus itu Rp1.800, yaitu Rp900 untuk Kabupaten Gayo Lues, dan Rp900 untuk Pemerintah Aceh,” jelasnya.
Sementara untuk realisasi PAD Kabupaten Gayo lues tahun 2022, Kabid Pendapatan mengaku sudah di atas 100 persen dari target Rp50 miliar. Jumlah itu diperkirakan akan naik lagi hingga akhir Desember 2022.[]



