Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaNewsRekaman Tersangka Korupsi...

Rekaman Tersangka Korupsi Uang Makan Hafiz dengan Bendahara DSI Beredar, Begini Isinya

BLANGKEJEREN – Kasus dugaan korupsi uang makan dan minum hafiz di Dinas Syariat Islam Kabupaten Gayo Lues tahun 2019 yang merugikan keuangan negara Rp3,7 miliar masih menyimpan misteri. Orang-orang yang terlibat korupsi berjamaah itu diduga belum semuanya ditetapkan sebagai tersangka. Misalnya, orang yang mengetahui tetapi tidak melapor, serta penerima aliran dananya.

Belakangan, sebuah rekaman percakapan beredar melalui pesan WhatsApp berbahasa Gayo yang diduga antara tersangka SH alias Apuk dengan Bendahara Dinas Syariat Islam berinisial ZA. Percakapan tersebut membahas aliran dana diduga hasil korupsi dan pertanggungjawabannya.

Berikut isi percakapan 2:18 menit yang sudah diartikan ke bahasa Indonesia, diduga antara Apuk selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dengan ZA, Bendahara Dinas Syariat Islam.

Bendahara (BD): Assalamualaikum, sinen (saudara)

Apuk: Walaikumsalam, nen (saudara), lagi ngapain kalian?

BD: Ini lagi ada tamu sebentar, gimana?

Apuk: Ini penting sekali ni, sebantar saja kan bisa, ya?

BD: Iya, kek mana, nen?

Apuk: Gini, aku tadi, sudah pasti tersangka kan, jadi ini tanggung jawabnya gimana kalian buat, aku sudah kenak ini, ntah dilepaskan lagi ntah tidak, itu belum tau. Ini tanggung jawabmu sama kadis tu gimana. Satu kan. Satu lagi, fee yang dikasih Luk
(inisial rekanan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka) tu kamu yang nerimanya, kamu yang menyerahkan kepada Kadis tu, bukan kepada saya, itupun bagaimana? Satu lagi uang kita yang kita kasih sama orang yang ngurusnya itu, itupun bagaimankan, gimana menurutmu kita buat tu.

Ini Luk sudah dikembangkanya itu, sayapun kan harus kukembangkankan gitu. Satu poin aku sudah jadi tersangka, bagamana menurutmu sama pak kadis tu? Satu poin lagi, fee yang dikasih Luk tu kapada kamu waktu itu, terus kamu kasih pada Kadis, bukan kepadaku, aku tidak ada terima, aku seribupun tidak ada kalian kasih uang itu.

BD: Sama kita, nen. Akupun seribupun tidak ada dikasih uang itu. Nanti kubilang sama kadis tu, bagamana mau aku apakan ya, bentar lagi kutelpon ta dia.

Apuk: Aaa ia ta, begitu terus buat….

BD: Akupun tidak ada terima, gimana mau kubuat.

Apuk: Kalau anu, harus masing-masing lagi kita anu ni, aaaa, oke ta yaaa.

Begitulah isi percakapan melalui telepon yang rekamannya beredar luas melalui pesan WhatsAp dan diterima wartawan portalsatu.com.

ZA, Bendahara Dinas Syariat Islam Gayo Lues tahun 2019 yang saat ini bertugas di Dinas Dayah Kabupaten Gayo Lues belum berhasil dikonfirmasi terkait rekaman itu. Saat portalsatu.com ke Dinas Dayah, ZA tidak berada di kantor, dan HP-nya juga tidak aktif.

Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustamam, Jumat, 30 April 2021, mengatakan rekaman itu belum bisa dipastikan karena harus uji lab forensik. “Belum, karena bagian dari bahan yang akan kita cek, tapi saat ini belum, karena harus cek melalui lab, suara siapa itu,” kata Kapolres saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp apakah sudah sampai ke tahap rekaman dilakukan penyidikan atau belum.

Kasat Reskrim Polres Gayo Lues Iptu Irwansyah mengatakan rekaman pembicaraan itu sudah ada sama penyidik, dan sedang dilakukan penyidikan. “Sudah ada sama penyidik, kita sedang lakukan penyidikan, termasuk ada rekaman pembicaraan yang disebut-sebut dengan Bupati,” kata Irwansyah saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp.[]

Baca juga: