BANDA ACEH – Penilaian Muhammad Yusuf (Apa Kaoy) tentang usulan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Pantonlabu, yang menurutnya terlalu dini, mendapat tanggapan dari aktivis kebudayaan di Institut Peradaban Aceh, sekaligus Ketua Koordinator DOB Pantonlabu untuk Banda Aceh, Haekal Afifa.
“Pernyataan Apa Kaoy terkait (calon) DOB Pantonlabu terkesan abai pada fakta dan data di lapangan. Beliau tidak paham kalau DOB Pantonlabu bukan semata-mata Kecamatan Jambo Aye (Pantonlabu), tapi tergabung lima Kecamatan lainnya,” kata Haekal Afifa dalam keterangan tertulis diterima portalsatu.com/, Sabtu, 21 Juli 2018, malam.
Putra Pantonlabu itu menjelaskan, sampai saat ini beberapa instansi Pemkab Aceh Utara belum dipindahkan dari Lhokseumawe ke Lhoksukon sebagai Ibu Kota Kabupaten Aceh Utara. Hal ini, menurut dia, sangat menyulitkan untuk akses publik.
“Apa Kaoy mungkin tidak tahu kalau beberapa instansi publik Aceh Utara masih berada di wilayah administrasi Lhokseumawe yang jarak tempuhnya itu melelahkan. Belum lagi soal anggaran daerah yang mengalami defisit,” ujar Haekal yang juga penerjemah buku Hasan Tiro.
Menurut Haekal, soal potensi daerah, saat ini calon DOB Pantonlabu yang bergabung lima Kecamatan (Jambo Aye, Langkahan, Baktiya, Baktiya Barat, dan Seunuddon) memiliki sumber daya alam yang potensial.
“Justru karena kita (calon DOB Pantonlabu) sebagai salah satu penyumbang PAD terbesar untuk Aceh Utara khususnya pangan, pertanian dan perikanan tidak pernah merasakan dampak yang maksimal dari hasil daerah selama ini,'” tegas Haekal.
Peneliti pemikiran Hasan Tiro ini menyarankan agar Muhammad Yusuf bisa membuka data dan fakta-fakta yang selama ini dihadapi Aceh Utara, khususnya kawasan calon DOB Kota Pantonlabu.
“Harapan saya, Apa Kaoy bisa update informasi terkini soal Aceh Utara khususnya wilayah lima kecamatan yang bergabung dalam (calon) DOB Pantonlabu. Ini penting agar membuka perspektif kita selaku putra Aceh Utara,” ujar Haekal.
Sebelumnya, tokoh masyarakat asal Aceh Utara, Muhammad Yusuf, menilai masih terlalu dini untuk menjadikan kota kecil seperti Pantonlabu sebagai Daerah Otonom Baru (DOB). “Jarak kota Panton Labu dengan Lhoksukon, sebagai Ibukota Aceh Utara hanya lebih kurang 20 kilometer,” kata Yusuf saat diwawancarai portalsatu.com/, di Banda Aceh, Sabtu, 21 Juli 2018.
Yusuf menyebutkan, Kabupaten Aceh Utara yang semakin kecil janganlah diperkecil lagi. “Kita bisa melihat contoh pemekaran kota Lhokseumawe dari Aceh Utara yang hingga sekarang masih sulit untuk dapat mandiri. Apalagi kota Pantonlabu,” kata Yusuf yang merupakan seniman Aceh penulis Hiem Apa Kaoy, atau sering disapa ‘Apa Kaoy’.
Untuk mendongkrak Aceh Utara menjadi berkembang, Yusuf mengatakan, Aceh Utara sebenarnya banyak potensi ekonomi yang memungkinkan untuk dikelola dan dikembangkan, seperti lahan tanah pertanian sebenarnya luas dan subur, demikian juga sektor perikanan.
“Dengan kondisi Aceh Utara yang ekonominya makin terpuruk, seharusnya pemerintah setempat mengevaluasi manajemen dan kinerja jajarannya,” katanya. (Baca: Muhammad Yusuf: Masih Terlalu Dini Panton Labu Dijadikan DOB)[]




