JAKARTA – Ribuan laskar Front Pembela Islam (FPI) Aceh, santri, mahasiswa dan masyakat Aceh yang ikut  dalam Aksi Bela Islam Super Damai yang diprakarsai oleh  Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), 2 Desember 2016 (212) di Tugu Monas (Monumen Nasional) Jakarta,  mulai bertolak ke Aceh dalam beberapa gelombang, sejak 4  Desember sampai dengan 6 Desember 2016.

Demikian disampaikan Tgk Muslim At- Thahiri selaku Ketua Tanfidhi FPI Aceh di Jakarta, Selasa 6 Desember 2016. Muslim mengatakan, semua peserta aksi Super Damai 212 yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat muslim Aceh pulang melalui darat dan udara. Khusus Para Pengurus dan Laskar FPI pulang setelah rapat evaluasi aksi 212 di Markas Besar FPI Pusat.

“Saya atas nama ketua FPI Aceh mengucapkan ribuan terima kasih kepada para dermawan Aceh mulai siswa SD sampai orang dewasa yang telah menyisihkan dana untuk  perjuangan aksi bela Islam 212. Semoga Allah membalas dengan Syurga-Nya kelak,” kata Muslim, dalam siaran pers Jubir FPI Aceh,
Tgk Mustafa Husen Woyla.

“Para peserta aksi Aceh siap kembali ke Ibu Kota Negara jika panggilan jihad memanggilnya kembali,” tegas Tgk Muslim.[]