SIGLI – Dari 444.149 jiwa penduduk Kabupaten Pidie, sebanyak 2.447 orang di antaranya mengalami ganguan jiwa. Dua penderita kondisinya dinilai sudah sangat parah sehingga terpaksa dipasung. Faktor ekonomi dan konflik keluarga, pemicu tertinggi gangguan jiwa di Pidie.

Berdasarkan data diperoleh portalsatu.com/ dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pidie, hingga November 2022, petugas mencatat sebanyak 2.477 pasien gangguan jiwa. Mereka tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Pidie.

“Data yang kami rekap per November 2022, ada 2.477 warga menderita gangguan jiwa. Angka itu hasil pendataan petugas pelayanan seluruh Puskesmas di 23 kecamatan,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pidie, dr. Elya Noer, Sabtu, 7 Januari 2023.

Elya Noer memaparkan rincian jumlah dan penyebab utama warga menderita gangguan jiwa hasil rangkuman sejak Januari hingga November 2022.

Dari 2.477 kasus penderita gangguan jiwa, 1.090 kasus (44%) disebabkan faktor ekonomi. Selanjutnya 520 kasus (21%) dipicu konflik keluarga. Sedangkan 471 kasus (19%) akibat pengaruh narkoba, dan 396 orang (16%) faktor gen atau keturunan.

“Semua yang terdata dalam proses penangan medis. Baik rawat inap maupun rawat jalan. Untuk dua kasus dalam pasung, proses pelayanan petugas kunjung langsung ke lokasi,” ujar Elya Noer.

Dari jumlah tersebut, 148 pasien ditangani Rumah Sakit Umum Tgk. Chik Ditiro, Sigli, dan 15 pasien lainnya dirawat Rumah Sakit Jiwa, Banda Aceh. Sisanya dirawat di kediaman masing-masing.[](Zamahsari)