Oleh: Nazaruddin Indah
Rokok telah menjadi masalah serius bagi bangsa Indonesia dan menyasar berbagai usia. Padahal dalam rokok terkandung banyak zat kimia berbahaya, bahkan perusahaan rokok sendiri telah memperingatkannya dengan memberi peringatan 'rokok membunuhmu' di kemasannya. Indonesia merupakan negara yang menduduki peringkat ketiga jumlah perokok terbesar di dunia.
Yang sangat disayangkan adalah generasi muda telah membunuh dirinya sendiri dengan menjadi pengisap rokok. Bisa dikatakan rokok adalah racuk yang 'diberikan' negara untuk masyarakat Indonesia. Hal ini tentunya menjadi ancaman bangsa ini dan sangat mengkhawatirkan.
Sebagaimana diberitakan duniabaca.com yang dikutip dari laman kompas, tembakau telah membunuh 50 juta orang dalam 10 tahun terakhir, dan rokok bertanggung jawab atas lebih dari 15 persen dari semua kematian pria dan 7 persen kematian perempuan.
Di China, tembakau telah menjadi pembunuh nomor satuyang menyebabkan 1,2 juta kematian pertahundan jumlah itu diperkirakan akan meningkat menjadi 3,5 juta setahun pada 2030.
Michael Eriksen, salah satu peneliti dan Direktur Institute of Public Health Georgia State University, mengatakan, tren yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa adanya penurunan tingkat merokok di negara maju, tetapi peningkatan justru terjadi di negara miskin.
Jika kita tidak bertindak, maka ke depannya hal ini akan lebih mengerikan, dan beban kematian yang disebabkan oleh tembakau akan semakin tinggi di negara berkembang, terutama Asia, Timur Tengah, dan Afrika, katanya.
Eriksen mengungkapkan, hampir 80 persen orang yang meninggal karena penyakit terkait tembakau sekarang datang dari negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Di Turki, 38 persen kematian laki-laki dihubungkan dengan penyakit yang ditimbulkan akibat merokok, meskipun rokok juga masih menjadi pembunuh terbesar perempuan di Amerika.
Sementara itu, CEO WLF Peter Baldini menuduh industri rokok tidak peduli tentang efek bahaya yang dapat ditimbulkan dari rokok tersebut. Merokok penyebab utama kanker paru-paru dan beberapa penyakit paru kronis lainnya merupakan faktor risiko utama pada penyakit jantung.
Saat ini, lebih dari 170 negara telah menandatangani kesepakatan yang dibuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang pembatasan tingkat merokok, perlindungan terhadap para perokok pasif, serta membatasi iklan dan promosi rokok.
Kami tidak akan pernah membiarkan industri tembakau berada di atas angin. Tembakau adalah pembunuh. Tidak boleh diiklankan, disubsidi, atau dibuat glamor, sambung Margaret Chan, Direktur Jenderal WHO.
Menurut WHO rokok adalah senjata pemusnah massal. Satu nyawa melayang setiap enam detik, tulis badan dunia itu dalam laporannya. Jumlah tersebut lebih tinggi ketimbang angka kematian yang diakibatkan oleh HIV/Aids, Malaria atau TBC sekaligus.
WHO menempatkan rokok ke dalam daftar utama pemicu penyakit mematikan seperti kanker, jantung dan paru-paru, serta Diabetes. Setiap tahun enam juta manusia meninggal dunia akibat tembakau. 80 di antaranya berasal dari tingkat ekonomi rendah dan menengah. Jika tidak dibarengi dengan kebijakan yang efektif, angka kematian akibat rokok bisa meningkat menjadi delapan juta orang per tahun . Saat ini ditaksir terdapat sekitar satu miliar manusia yang secara rutin mengepulkan asap tembakau tersebut.
Mudahnya generasi muda menjadi perokok disebabkan oleh banyak faktor, seperti depresi karena pekerjaan, masalah di keluarga, lingkungan tempat tinggal dan pengaruh teman sebaya. Khusus di kalangan remaja, dengan merokok mereka berpikir semua masalah dapat diselesaikan. Awalnya memang untuk coba-coba. Belum lagi iklan-iklan rokok yang sangat provokatif dan menantang, misalnya salah satu iklan rokok di tahun 1990-an yang menampilkan seorang lelaki koboi menunggang kuda dengan gaya yang keren. Pada tahun itu kalau ditanya untuk apa merokok mereka menjawab ingin menjadi seperti koboi.
Mengetahui jika remaja merupakan sasaran empuk pengaruh rokok, maka perlu dilakukan tindakan-tindakan preventif oleh berbagai pihak, terutama lingkungan keluarga dalam hal ini orang tua.
Memberikan pemahaman dan perhatian
Berkaitan dengan hal itu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua untuk menjaga anak anaknya agar terhindar dari narkoba. Pertama, memberikan perhatian lebih kepada anak. Anak merupakan sosok yang sangat membutuhkan perhatian orang tuanya. Ia masih belum tahu cara menjalani hidup. Ia juga masih belum tahu mana yang baik dan yang tidak baik. Kedua tugas orang tualah menuntun mereka ke jalan yang baik. Orang tua juga tak selayaknya membuat jarak dengan anaknya. Mereka harus menciptakan hubungan harmonis dengan anaknya dan juga antara mereka sendiri, yaitu ayah dan ibu.
Selain itu, mereka juga harus membuka ruang diskusi untuk si anak di lingkungan keluarga. Orang tua harus menjadi tempat curhat bagi anak-anak mereka. Tanyakan pada si anak mengenai segala masalah yang mereka alami. Tanyakan pula kepada mereka mengenai teman-teman mereka. Jelaskan kepada mereka mana yang baik dan tidak baik. Berkaitan dengan narkoba, jelaskan kepada mereka akan bahaya narkoba dan efek yang ditimbulkan. Fasilitasi mereka dengan aktivitas-aktivitas positif untuk mengembangkan bakat mereka.
Ketiga, memberikan teladan. Poin ini merupakan poin terpenting bagi orang tua untuk mengarahkan anaknya jangan jadi perokok . Orang tua, selain menasihati, juga perlu memberikan contoh teladan. Jika orang tua mengingatkan anaknya untuk tidak menggunakan rokok, sudah seharusnyalah orang tua juga memberikan contoh kepada si anak dengan tidak menghisap rokok di depan anaknya.
Selain itu, berikan pula teladan-teladan yang baik bagi mereka dalam hal keagamaan. Misalnya, bagi ayah, menjadi imam salat berjamaah di rumah. Bahkan, yang lebih baik lagi mengajak anak bersama-sama salat berjamaah ke mesjid, mengaji bersama-sama di rumah.
Hal ini penting karena menurut hasil penelitian, banyaknya penggunaan narkoba di kalangan remaja disebabkan oleh orang tua, terutama ayah, yang kurang memberikan contoh teladan kepada anaknya. Sang ayah hanya berpikir bahwa tugasnya hanya memenuhi kebutuhan anak. Masalah keteladanan dianggap bukan menjadi tugas sang ayah, melainkan hanya tugas si ibu.
Teladan orang tua
Keteladanan yang diperlihatkan orang tua memberikan suatu paradigma bagi si anak bahwa orang tua mereka merupakan sosok yang baik, yang patut dicontoh dan ditiru. Hal itu pula yang dapat mendorong mereka untuk membentuk pagar betis antara dirinya dan rokok . Jangan pernah berharap anak akan mendengar nasihat orang tua jika orang tua tidak memberikan teladan kepada anaknya.
Dengan kata lain, jika ingin anaknya tidak menggunakan rokok, tentu orang tualah yang terlebih dulu memberikan contoh kepada anaknya untuk tidak menggunakan rokok. Intinya adalah jika orang tua menginginkan anaknya berperilaku baik, tentu orang tualah terlebih dulu yang harus menunjukkan bagaimana seharusnya berperilaku baik.
Akhirnya, dapat dikatakan bahwa kedua cara di atas dapat dilakukan oleh orang tua untuk menghalau anaknya dari lingkungan yang kurang baik. Ketika si anak bergaul, ia telah memiliki tameng yang kokoh untuk melindungi dirinya dari jeratan perokok. Mari selamatkan generasi muda kita dari rokok.[]







