LHOKSUKON — Hayatul Hikmah (28) merupakan mahasiswi asal Aceh Utara yang menjalani tugas belajar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Rosnawati (58), Senin, 3 Februari 2020, mengatakan, anaknya itu mengambil S2 di Huazhong University Of Science and Technology, di Wuhan, Cina. Ia mengaku terakhir mendapat kabar dari Hayatul ketika masih berada di bandara Wuhan, Minggu malam, 2 Februari 2020.
“Saat itu dia menghubungi saya melalui telepon seluler. Katanya sudah di ruang tunggu bandara mak, untuk check-in. Tapi terakhir saya melihat berita di televisi bahwa para mahasiswa itu sudah tiba di Batam, dan berdasarkan informasi saya dapatkan mereka akan diisolasi dan pemeriksaan kesehatan di Natuna selama 14 hari,” ungkap Rosnawati.
Rosnawati berharap begitu selesai dikarantina maupun pemeriksaan kesehatan agar anaknya itu bisa langsung dipulangkan ke Aceh. “Rencana saya akan menjemput dia ke Banda Aceh, semoga saja dia sehat-sehat saja di sana, itu paling penting,” ujarnya.
Menurut Rosnawati, setelah dirinya mengetahui anaknya itu tiba di Indonesia rasanya sangat lega. Terpenting sudah keluar dari Wuhan dulu, walaupun belum sampai ke rumah. Kata dia, selama ia mendapatkan kabar dari anaknya itu kondisi kesehatannya Alhamdulillah sehat-sehat saja, bahkan ketika masih berada di Cina pun selalu memberitahu bahwa dia sehat dan tidak ada keluhan soal kesehatannya.
“Cuma walaupun begitu kita kan khawatir juga, biasalah rasa orang tua terhadap anak. Anak saya itu berada di Wuhan, Cina, sudah 2,5 tahun, untuk menyelesaikan studi S2 di sana melalui beasiswa yang didapatkan. Saya sudah lupa beasiswa dari lembaga atau pihak mana diperoleh itu. Tapi kalau tidak salah itu dari pemerintah,” ungkap Rosnawati.
Rosnawati menjelaskan, jika tidak salah pada tahun 2017 lalu, saat itu antara 12 dan 13 mahasiswa dari Aceh yang berangkat ke Cina untuk kuliah di sana, dan termasuk Hayatul Hikmah. Sedangkan Hayatul itu merupakan alumni Unsyiah di Banda Aceh yang berhasil mendapatkan nilai cumlaude sehingga dia mendapat peluang untuk melanjutkan studi ke Cina ketika itu. Hayatul Hikmah itu merupakan anak ketiga dari lima bersaudara.
Ditanya dengan kondisi di Wuhan yang mengakibatkan muncul virus corona, apakah nanti menginzinkan lagi anaknya itu untuk lanjut kuliah di Cina. Rosnawati menyebutkan, itu tergantung keadaan nantinya seperti apa, kalau keadaannya sudah steril dan bagus, itu bisa dilihat kembali nanti perkembangannya. Itu juga tergantung pihak pemerintah bagaimana untuk selanjutnya.
“Intinya saya ingin segera dapat bertemu kembali dengan anak saya itu. Mudah-mudahan kondisi kesehatannya baik-baik saja, juga kepada mahasiswa Aceh lainnya dan Indonesia pada umumnya,” ungkap Rosnawati. [**]



