TAKENGON – Honorarium Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk 28 desa di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah sebesar Rp.116 juta nyaris raib di gelondong Orang Tak di Kenal (OTK).

Perihal itu di ketahui setelah kaca mobil isuzu milik Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Ketol, Marzuki pecah di bagian kiri saat parkir di halaman kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat sekira pukul 11:35 Wib, Senin 13 Maret 2017.

“Semula staf KIP meminta mobil Marzuki digeser karena tidak bisa lewat mobil lain, begitu mau dipindahkan, Marzuki terkejut melihat kaca mobilnya pecah,” kata Nota Dinas Ketua KIP Aceh Tengah Juarsih, SH ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa 14 Maret 2017.

Sontak, sejumlah petugas keamanan yang siaga di dalam kantor KIP berhamburan ke luar.

Dikatakan, menurut rekaman CCTV diketahui pelaku berjumlah dua orang. Mereka mamasuki halaman kantor KIP melalui gerbang selatan menggunakan sepeda motor jenis supra.

Dua pelaku itu juga mengenakan jaket hitam, helm dan dilengkapi topi pada bagian dalamnya. Sebelum melancarkan aksi, kata Juarsih, pelaku juga sempat memantau kondisi di seputaran kantor KIP.

Namun beruntung, tas berisikan uang Rp.116 juta yang baru saja ditarik dari Bank BRI itu dibawa bersama Marzuki saat ia menjumpai ND Ketua KIP Juarsih, SH.

“Marzuki yang didampingi dua anggota PPK Ketol (Mahyat dan Budi-Red) menjumpai saya di kantor untuk keperluan administrasi, uangnya dibawa juga, makanya selamat, tapi anehnya lagi, laptop di mobil itu tidak diambil oleh pelaku,” kata Juarsih.

Sementara itu, Kapolres Aceh Tengah AKBP. Eko Wahyudi membenarkan adanya aksi pencurian yang dilakukan otk di pekarangan kantor KIP Aceh Tengah.

“Ya, ini sedang kita selidiki kasusnya, dan petugas juga sedang melakukan pengejaran terhadap pelakunya,” demikian kapolres.[]