ACEH UTARA – Rumah Keuchik (Kepala Desa) Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, tenggelam akibat banjir yang melanda kawasan itu dengan ketinggian air rata-rata mencapai 1 hingga 3 meter sejak, Sabtu, 21 Januari 2023.

Keuchik Buket Linteung, Mansur, dikonfirmasi portalsatu.com/, Senin, 23 Januari 2023, mengatakan sampai saat ini kondisi rumahnya masih tenggelam.  Sebagian rumah warga lainnya juga sama, yang terlihat hanya atap. Bagi rumah panggung terendam bagian lantai. Semua warga gampong itu sudah mengungsi ke perbukitan.

“Barang-barang berharga sudah dipindahkan sejak hari pertama banjir. Ketinggian air di rumah saya kemarin lebih kurang mencapai 3 meter, tapi sekarang sudah surut sedikit, baru setengah meter,” kata Mansur.

Menurut Mansur, secara umum kondisi saat ini masih sama seperti kemarin (Ahad), warga Gampong Buket Linteung mengungsi ke perbukitan, dan telah didirikan dapur umum. Bantuan masa panik sudah diterima melalui Camat Matangkuli. Namun, pengungsi di Bukit Linteung, Langkahan, membutuhkan stok beras.

“Kami butuh bantuan beras untuk masyarakat yang mengungsi, karena sudah tidak ada akses jalan yang bisa keluar untuk mencari kebutuhan pokok lainnya bagi warga,” ujar Mansur.

Diberitakan sebelumnya, Gampong Lubok Pusaka dan Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, dilanda banjir besar.

Kabag Humas Pemkab Aceh Utara, Muslem, dalam keterangannya, Ahad, mengatakan banjir di Gampong Lubok Pusaka dan Buket Linteung, Kecamatan Langkahan cukup parah, ketinggian air rata-rata mencapai 1 hingga 3 meter pada lokasi tertentu. Banjir tersebut berdampak tertutupnya sebagian akses jalan dan merendam permukiman penduduk. Bahkan, kata Muslem, kondisi saat ini air sungai masih meluap.

“Sudah kami arahkan keuchik untuk menyiapkan dapur umum dan tempat pengungsian masyarakat,” kata Muslem.

Muslem menyebut jumlah warga di Gampong Buket Linteung terdampak banjir sampai Ahad (22/1) sebanyak 250 KK atau 2.032 jiwa. Dari jumlah itu, 812 warga mengungsi ke daerah perbukitan, dan dapur umum dibuka di tiga titik.

Menurut Muslem, jumlah warga yang mengungsi di Lubok Pusaka sebanyak 241 KK atau 823 jiwa. Titik pengungsi di balai desa, Bukit Line Pipa, rumah sekolah, balai masjid, dan beberapa tempat lainnya.[]