BANDA ACEH – Pendistribusian pupik subsidi kepada petani harus diatur dengan baik agar teapat sasaran, yakni dikembalikan ke skema awal disalurkan melalui kelompok tani.

Hal itu disampaikan anggota Komisi IV DPR RI Salim Fakhry saat melakukan kunjungan kerja ke Aceh bersama Dirjen Prasarana dan Sarana Kementerian Pertanian Sarwo Edy, Kepala Dinas Pertanian Pangan Provinsi Aceh, dan Kepala Dinas Pertanian Pangan Kota Banda Aceh.

Baca Juga:Haji Uma Pulangkan TKI Sakit Asal Aceh Timur.

Dalam kunjungan kerja tersebut Salim Fakhry melihat langsung pendistribusian pupuk, serta dan mendengarkan aspirasi petani dan pedagang pupuk di kios Sarana Produksi (Saprodi) Aceh.

Dalam kesempatan tersebut para petani menginginkan pendistribusian pupuk subsidi dikembali ke skema awal, yakni disalurkan kepada kelompok tani. Tidak seperti saat ini dengan melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

“Saya menilai keinginan para petani sangatlah positif. Pasalnya  dengan sistem pendistribusian pupuk bersubsidi dikembalikan ke kelompok tani di harapkan  tidak terjadi manipulasi data  kelompok, karena kelompok yang bertanggung jawab,” jelas anggota DPR RI dari daerah pemilihan Aceh 1 tersebut.

Baca Juga: Bersihkan Ranting di Kabel Listrik, Randika Tewas Tersetrum.

Salim Fakhry menambahkan, apa yang diinginkan petani menjadi satu bukti bahwasanya pendistribusian pupuk memang perlu adanya pembenahan dalam penyaluran.

“Saya meminta kepada Dirjen Prasarana dan Sarana Kementerian Pertanian Sarwo Edy, agar dapat mendengar aspirasi para petani. yang nantinya akan diperbincangkan dan kita formulasikan bagaimana sistem yang baik agar petani mendapatkan pupuk bersubsidi,” tegasnya.[]