BANDA ACEH — Cafe Apung Sanggamara. Itulah nama warung kopi terapung yang baru beberapa hari lalu dibuka dan ikut meramaikan lomba dayung LCR yang digelar Kodam Iskandar Muda untuk memeriahkan HUT ke-72 TNI pada Sabtu, 30 September 2017.

Kehadiran kafe terapung ini merupakan ide Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Moch Fachruddin yang dikelola oleh Markas Kodam Iskandar Muda TNI Angkatan Darat.

Baca: Kafe Terapung Ini Ramaikan Lomba Dayung HUT TNI di Banda Aceh

Salah satu anggota Makodam IM Kapten Gustav Sangaji mengatakan, ide membuat kafe terapung sudah lama timbul. Saat itu Pangdam berpikir bagaimana memanfaatkan alam Aceh tanpa merusak, namun bisa disatukan dengan budaya minum kopi di Aceh.

“Ide awal pembuatan kafe apung ini memang sudah lama direncanakan Bapak Panglima Kodam Iskandar Muda. Ide membuat warkop ini timbul karena Aceh identik dengan kopinya selain itu karena banyaknya perairan di sini,” ujar Kapten Gustav Sangaji kepada portalsatu.com, Sabtu malam, 30 September 2017.

Kapten Gustav Sangaji menjelaskan, gagasan panglima tersebut kemudian diteruskan ke Kabekangdam Iskandar Muda Kolonel Cba Sugito, selaku supervisi serta arsitektur kafe tersebut.

Kafe ini memanfaatkan 28 tong plastik sebagai pelampung. Dipadukan dengan kayu meranti. Membuat kafe ini terlihat apik dan artistik saat 'berlayar' di krueng Aceh yang membelah Kota Banda Aceh.

“Untuk pembuatannya sendiri kurang lebih memakan waktu selama satu bulan, yang dibuat oleh empat orang,” jelasnya.

Konsep yang digunakan kafe ini, yaitu memberikan fasilitas kepada pengunjung dengan berlayar mengitari sungai Aceh yang ada di depan Makodam. “Mesin pendorong kapal digunakan dengan mesin Yamaha berkekuatan 40 Pk dan itu sudah sangat membantu jalan, karena kita tidak kebut,” ungkapnya.

Kafe yang terbuka untuk umum ini, dikatakan Kapten Gustav Sangaji juga menarik perhatian bagi instansi pemerintah lainnya untuk dikembangkan, seperti dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.

“Kafe ini rencananya menurut Panglima akan diperuntukkan untuk seluruh masyarakat Banda Aceh. Mungkin berkenan untuk ngopi bareng, santai bareng, bisa untuk menikmati kafe apung ini,” katanya.

“Berdasarkan informasi rencananya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga akan membuat juga kapal seperti ini (kafe apung). Untuk jadwal kita belum tahu secara pasti,” katanya lagi.

Menu yang disajikan di Cafe Apung Sanggamara untuk saat ini lebih kepada minuman, seperti kopi, sanger, teh tarik.

“Ke depannya ini rencananya akan ditambahkan dengan menu-menu ciri khas Aceh lainnya,” jelasnya. “Mengenai harga itu lebih terjangkau dan murah di sini. Karena sudah petunjuk langsung dari Panglima,” kata dia.[]