BANDA ACEH – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh berharap semua elemen masyarakat seyogyanya proaktif mencegah peningkatan kasus baru virus corona, meningkatkan kesembuhan, dan menekan jumlah kasus meninggal dunia. Masyarakat diimbau tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan dan ikut vaksinasi Covid-19 untuk mencegah kasus baru.

Petugas kesehatan dengan partisipasi tokoh dan masyarakat melanjutkan testing dan tracing agresif untuk memutuskan transmisi virus corona.

Sementara risiko kematian dapat ditekan melalui pengobatan dini. Semakin cepat mendapat penanganan sesuai kebutuhan medis makin besar peluang sembuh dan memperkecil risiko meninggal dunia.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG), Sabtu, 25 September 2021, mengatakan kasus harian Covid-19 di Aceh menunjukkan tren yang kian menurun, sedangkan pasien sembuh meningkat tajam. Data 24 jam terakhir menunjukkan 494 pasien dinyatakan sembuh, dan 88 orang terdeteksi sebagai kasus baru. Sementara itu, sembilan orang yang dilaporkan meninggal dunia ‘hanya’ satu kasus baru.

“Trennya berbanding terbalik beberapa hari terakhir. Pasien yang sembuh jauh lebih banyak daripada penambahan kasus baru,” ujar SAG.

Sementara itu, 25.098 remaja telah melakukan vaksinasi Covid-19 dosis I di Aceh, atau sekitar 4,3 persen dari target sasaran yang mencapai 577.015 orang. Sedangkan suntikan dosisi II telah dilakukan 13.365 remaja.

“Vaksinasi remaja usia sekolah, umur 12 – 17 tahun, itu terus dipacu untuk mempersiapkan mereka kembali ke sekolah,” kata SAG, Kamis (23/9)

Menurut SAG, para remaja kita sudah sangat rindu kembali ke sekolah untuk belajar tatap muka, bertemu guru mereka, dan belajar bersama teman-temannya seperti dulu.

Risiko tertular Covid-19 sangat kecil bila setiap remaja telah mendapat vaksinasi lengkap. “Para orangtua seyogyanya gegas membawa putra-putrinya ke tempat vaksinasi terdekat. Kekebalan spesifik dari infeksi virus corona akan terbentuk sempurna setelah sekitar dua minggu vaksinasi dosis II. Kekebelan kelompok (herd immunity) akan terjadi bila minimal 70 persen komunitas sekolah sudah vaksinasi lengkap, kata SAG.

“Begitu urgennya vaksinasi bagi komunitas sekolah yang meliputi murid, guru, kepala sekolah, staf admistrasi, dan petugas lainnya, supaya terbentuk herd immunity dan saling melindungi di lingkungan sekolah,” tuturnya.

Adapun cakupan vaksinasi Covid-19 bagi kelompok sasaran lainnya di Aceh. Vaksinasi dosis I Sinovak bagi tenaga kesehatan (Nakes) sudah mencapai 60.718 orang, atau 107,5 persen dari target awal sekitar 56.470 orang.

Sementara Nakes yang sudah vaksinasi dosis II vaksin Sinovac sebanyak 53.427 orang atau 94,6 persen. Sedangkan Nakes yang sudah divaksinasi dengan dosis III dengan vaksin Moderna sebanyak 15.030 orang atau 26,6 persen, rincinya.

Vaksinasi dosis I kelompok lanjut usia (Lansia) sudah mencapai 26.812 orang, atau sekitar 7,9 persen dari target sebanyak 339.125 orang. Lansia yang telah tuntas melakukan suntikan dosis II sebanyak 13.381 orang atau sekitar 3,9 persen.

Selanjutnya petugas pelayan publik yang telah vaksinasi dosis I sebanyak 298.730 orang, atau sekitar 62,4 persen dari target 478.489 orang, dan vaksinasi dosis II sudah diberikan kepada sebanyak 163.760 orang, atau sekitar 34,2 persen.

Masyarakat umum dan kelompok rentan lainnya. Target vaksinasi kelompok ini berjumlah 2.577.792 orang. Sebanyak 511.128 orang telah melakukan vaksinasi dosis I, atau sekitar 19,8 persen. Sedangkan 239.278 orang, atau sekitar 9,3 persen telah mendapatkan dosis II sesuai waktu yang ditetapkan.

Secara umum, tambah SAG, progres vaksinasi dosis I di Aceh sudah mencapai 922.486 orang, atau 22,9 persen dari total sasaran yang mencapai 4.028.891 orang. Yang sudah melakukan suntikan dosis II, sebanyak 483.211 orang, atau 12 persen. Suntikan dosis kedua terikat dengan waktu suntikan dosis I bagi masing-masing orang dan kelompok sasaran, katanya.

“Semua penduduk Aceh yang cukup syarat hendaknya segera melakukan vaksinasi pada kesempatan pertama, agar virus corona segera sirna dan kita dapat hidup normal kembali,” tambahnya.[](Irm/*)