LHOKSUKON – Selain Kecamatan Sawang, banjir juga melanda puluhan desa di sejumlah kecamatan lainnya di Aceh Utara akibat meluapnya air sungai, Minggu, 17 Januari 2016, sekitar pukul 03.30 WIB. Kondisi itu diperparah hujan lebat yang mengguyur sejak sore kemarin (Sabtu). Ratusan warga mulai mengungsi di Kecamatan Matangkuli.

Sejumlah kecamatan dilanda banjir, yaitu Kecamatan Murah Mulia meliputi sejumlah desa. Di Kecamatan Tanah Luas, banjir menyapu Gampong Rayeuk Kuta, Teupin Me, Blang, Tanjung Masjid dan  Jaman Batu.

Di Kecamatan Matangkuli, banjir melanda Gampong Teungoh, Tanjong, Alue Entok, Hagu, Teumpok Barat, Meuria, Alue Thoe, Baroe, Pante, Cibrek, Teungoh Seulemak, Siren, Lawang, Parang Sikureung dan lainnya. Di Matangkuli ratusan warga mulai mengungsi, khususnya di Gampong Hagu dan Gampong Baroe.

Sementara di Kecamatan Pirak Timu, banjir merendam Gampong Tanjong Serkuy, Meunasah Krueng, Pange, Rayeuk Pange, Bungong, Geulumpang, dan Hasan Krueng Kreh.

“Di sini banjir masuk ke pemukiman warga sejak pukul 03.30 WIB. Itu terjadi akibat hujan lebat yang turun Sabtu, pukul 18.00 hingga 00.30 WIB dini hari,” sebut Geuchik Gampong Hagu, M Nasir kepada portalsatu.com.

Ia mengatakan, ketinggian air di desa bervariasi, mulai setinggi lutut orang dewasa hingga 1,5 meter. Kondisi itu tergantung rendah atau tingginya letak rumah warga.

“Sekitar 90 Kepala Keluarga (KK) mengungsi di Masjid Baitul Muarif sejak subuh tadi. Di sini sedang berlangsung maulid, warga terpaksa mengarungi banjir untuk membawa dalong atau hidangan maulid. Kami sudah minta bantuan boat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, tapi belum datang juga,” ujarnya.

Di Desa Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, banjir sempat merendam ratusan hektar kebun dan sawah warga.

“Kebun dan sawah terendam banjir antara pukul 22.00 WIB (Sabtu) hingga pukul 03.00 WIB (Minggu). Banjir akibat hujan itu surut sejak subuh tadi. Tidak ada rumah warga yang terendam, namun aktivitas alat berat di Blang Pante terhenti hingga saat ini,” jelas Geuchik Blang Pante, M. Yunus Thaib.

Sementara itu, banjir juga merendam ruas jalan lintasan ExxonMobil (jalur pipa gas) di Parang Sikureung, Matangkuli dan Rayeuk Kuta, Tanah Luas. Saat ini jalan tersebut hanya dapat dilalui truck, sedangkan untuk mobil keluarga dan sepeda motor sudah tidak dapat melintas. Ketinggian air di badan jalan berkisar antara 50–70 centimeter.

Kapolres Aceh Utara AKBP Achmadi melalui Kapolsek Tanah Luas Ipda Yussyah Riandi menyebutkan, sejauh ini belum ada warga yang mengungsi, namun pihaknya masih terus memantau situasi. “Di sini lima desa terendam, tapi belum ada yang mengungsi,” katanya.[] (idg)