Selasa, Juni 25, 2024

Yayasan HAkA Minta APH...

BANDA ACEH - Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh...

HUT Ke-50, Pemkab Agara-Bulog...

KUTACANE - Momentum HUT Ke-50, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara bekerja sama dengan...

Pemilik Gading Gajah Super...

BLANGKEJEREN - Satreskrim Polres Kabupaten Gayo Lues berhasil mengungkap kasus kepemilikan dua gading...

YARA Minta Polisi Transparan...

ACEH UTARA - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendesak kepolisian serius menangani kasus...
BerandaBerita LhokseumaweSekda Lhokseumawe tidak...

Sekda Lhokseumawe tidak Bersedia Diusulkan Sebagai Calon Pj Wali Kota, Ini Alasannya

LHOKSEUMAWE – Sekretaris Daerah (Sekda) Lhokseumawe, T. Adnan, menyatakan keberatan jika Dewan Perwakilan Rakyat Kota Lhokseumawe mengusulkan namanya sebagai calon Penjabat Wali Kota Lhokseumawe kepada Mendagri.

Hal itu disampaikan T. Adnan melalui Kepala Bagian Protokoler dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Lhokseumawe, Darius, kepada portalsatu.com, Selasa, 13 Juni 2023. “Pak Sekda menyampaikan melalui saya kemarin (Senin) bahwa beliau keberatan dan tidak bersedia untuk diusulkan sebagai calon Pj. Wali Kota Lhokseumawe,” ujar Darius.

“Beliau ada membaca di media massa terkait pengusulan namanya sebagai calon Pj. Wali Kota, yang telah dibahas dalam rapat di DPRK. Maka Pak Sekda meminta kepada saya untuk menyampaikan bahwa beliau secara pribadi tidak nyaman diusulkan namanya, dan tidak mampu saat ini untuk menjadi Pj. Wali Kota Lhokseumawe, serta belum berminat,” kata Darius.

Namun, kata Darius, sejauh ini Pemko Lhokseumawe tidak menyurati DPRK terkait keberatan Sekda tersebut. “Jika misalnya dewan tetap mengusulkan nama Pak T. Adnan sebagai calon Pj. Wali Kota, kita tidak mengomentari terhadap hal itu,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Kota Lhokseumawe menggelar rapat membahas pengusulan nama calon Penjabat Wali Kota Lhokseumawe, di Ruang Rapat Paripurna DPRK, Senin, 12 Juni 2023.

Rapat itu menindaklanjuti surat Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri atas nama Mendagri ditujukan kepada Ketua DPRK di 10 kabupaten/kota di Aceh–salah satunya Lhokseumawe–agar masing-masing mengusulkan tiga nama calon Penjabat Bupati/Wali Kota untuk menjadi bahan pertimbangan Menteri dalam menetapkan Pj. Bupati/Wali Kota.

Ketua DPRK Lhokseumawe, Ismail A. Manaf, kepada wartawan mengatakan pihaknya sudah menggelar rapat tentang pengusulan nama calon Pj. Wali Kota Lhokseumawe sehubungan akan berakhirnya masa jabatan Pj. Wali Kota Imran pada Juli 2023 mendatang.

“Dari teman-teman DPRK tadi ada sekitar enam atau tujuh nama yang diusulkan sesuai dengan kriteria yang diminta oleh Mendagri. Di antara nama-nama itu ada Sekda Lhokseumawe, Sekretaris DPRK Lhokseumawe, termasuk Pj. Wali Kota Pak Imran. Selain itu, juga ada sejumlah nama dari provinsi (unsur Pemerintah Aceh). Tapi belum kita putuskan tiga nama yang akan diusulkan, mungkin diputuskan dalam waktu dekat sebelum 20 Juni 2023 berdasarkan surat dari Kementerian Dalam Negeri,” kata Ismail, Senin, sore.

Menurut Ismail, kalau di Lhokseumawe yang sesuai kriteria dimaksudkan itu adalah Sekda Lhokseumawe, T. Adnan, yang juga sudah diusulkan kepada Mendagri pada tahun sebelumnya. Namun, ternyata saat itu Mendagri menetapkan Pj. Wali Kota Lhokseumawe bukan dari nama usulan DPRK.

Ismail menegaskan jika memang tidak dipilih salah satu dari tiga nama yang akan diusulkan kali ini, lebih baik Mendagri jangan meminta usulan kepada DPRK Lhokseumawe. “Supaya jangan sampai timbul hal-hal yang tidak perlu terjadi,” ucapnya.

Oleh karena itu, Ismail berharap Mendagri nantinya menetapkan Pj. Wali Kota Lhokseumawe seusai nama yang akan diusulkan DPRK dalam waktu dekat ini.

“Tentunya kita siapkan nama yang bisa menjadi Pj. Wali Kota Lhokseumawe. Yang penting bisa bekerja sama dengan semua elemen masyarakat dan stakeholder di daerah ini,” pungkas Ismail A. Manaf.[]

Baca juga: