BANDA ACEH – Anggota DPD RI asal Aceh, Fachrul Razi, mengaku sudah mendengar pernyataan H Muzakir Manaf yang menetapkan TA Khalid sebagai wakil gubernur pendampingnya di Pilkada 2017 mendatang. Saat ini, Fachrul menyebutkan sedang berada di Geneve Swiss menuju Kota Bern.

“Saya sudah mendengar pernyataan Mualem untuk menetapkan TA Khalid sebagai wakil gubernur beliau dengan beberapa pertimbangan, baik sebelum ditetapkan hingga pernyataan resmi Mualem, dan saya berikan apresiasi dan positif,” ujar Fachrul Razi kepada portalsatu.com, Kamis, 2 Juni 2016.

Sebagai mantan Juru Bicara PA Pusat, dirinya mengaku siap memenangkan pasangan Mualem-TA Khalid sebagai gubernur dan wakil gubernur. Dia turut mengajak semua pihak untuk bersama-sama memenangkan pasangan yang diusung tersebut.

“Pilihan Mualem saya nilai sudah tepat menetapkan partai nasional sebagai wakilnya, setidaknya untuk menunjukkan kepercayaan kepada Pemerintah Pusat bahwa partai lokal dan partai nasional dapat berkolaborasi dalam membangun Aceh,” ujarnya.

Dia menilai saat ini Jakarta masih apriori dan masih sangat curiga terhadap Aceh. Menurutnya ketakutan Pusat yang melihat partai lokal berkuasa penuh di Aceh setidaknya dapat terbantahkan dengan sikap strategis Mualem, yang merangkul partai nasional. “Baik sebagai wakil maupun dalam Koalisi Aceh Bermartabat,” katanya.

Wakil Ketua Komite 1 DPD RI tersebut juga mengaku akan mengundurkan diri sebagai Ketua Timja Penyusunan RUU Pilkada dalam waktu dekat. Hal ini dilakukannya dalam rangka berkonsentrasi penuh untuk memenangkan pasangan H Muzakir Manaf-TA Khalid di seluruh Aceh.

Di sisi lain, Fachrul Razi mengaku bersama beberapa rombongan DPD RI sedang melakukan kunjungan utama ke Kantor IPU (Inter Parliamentary Union) yang berbasis di Geneve Swiss. Kunjungan itu dilaksanakan dalam rangka keterlibatan DPD RI di Forum Internasional.

Selain itu, kata dia, kunjungannya ke Eropa Swiss juga dalam rangka membangun kerja sama peningkatan kapasitas petani coklat dan peternak sapi di Indonesia, khususnya di Aceh. Menurutnya Aceh dan beberapa wilayah lainnya perlu meningkatkan capacity building para petani. 

“Kami sempat mengunjungi pabrik pengolahan coklat dan susu. Saya berharap kunjungan ini dapat ditindaklanjuti setelah Mualem menjadi gubernur dalam rangka meningkatkan potensi coklat dan sapi di Aceh dengan dukungan Negara Swiss. Kunjungan ini dari tanggal 29 Mei hingga 6 Juni 2016,” katanya.[](bna)