LHOKSUKON – Arif, 32 tahun, warga Gampong Meunasah Reudeup, Kecamatan Lhoksukon hingga kini masih diperiksa di Polres Aceh Utara. Ia diamankan polisi karena diduga memprovokasi sejumlah warga untuk menghalangi personel polres saat mengejar pengendara sepeda motor yang kabur saat razia, 14 Januari 2017 malam.
Dalam kejadian itu, 20 warga lainnya sudah diizinkan pulang. Sedangkan Arif, menurut pihak kepolisian, hasil tes urinenya positif narkoba, sehingga masih menjalani pemeriksaan. Setelah rumahnya digeledah, ditemukan baju berlogo bintang bulan dan singa buraq.
“Satu warga masih diperiksa karena terlibat jaringan narkoba. Selain itu, dia juga memprovokasi warga menghalang-halangi anggota mengejar pengendara yang kabur saat razia, sehingga berhasil lolos,” kata Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata atau Untung Sangaji, Senin, 16 Januari 2017.
Untung Sangaji menyebut awalnya Arif ditangani Satuan Narkoba. Namun, kini ia ditangani Satuan Reskrim Polres Aceh Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Baju berlambang singa buraq di bagian belakang dan logo bintang bulan di bagian depan milik Arif, juga sudah diamankan. Kasus ini dalam tahap pengembangan lebih lanjut. Dalam hal ini kita tidak bisa mentolerir jaringan narkoba. Karena narkoba itu seperti teroris yang membunuh generasi,” pungkas Untung Sangaji.
Diberitakan sebelumnya, personel Polres Aceh Utara terlibat keributan dengan warga Gampong Meunasah Reudeup, Kecamatan Lhoksukon, 14 Januari 2017, sekitar pukul 23.00 WIB. Puluhan warga kemudian dibawa ke mapolres.
“Awalnya anggota melakukan pengejaran terhadap pengendara sepeda motor yang kabur saat razia. Pengendara yang diduga membawa narkoba itu kabur ke arah Meunasah Reudeup. Saat anggota mengejar si pengendara, sejumlah warga mencoba menghalangi. Mereka juga menyerang anggota dengan melempari batu,” kata Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata atau Untung Sangaji. (Baca: Diduga Halangi Tugas Polisi, Puluhan Warga Dibawa ke Mapolres)
Sementara itu, menurut pengakuan warga, Awak nyan itamong gampong ngon beude panyang, lengkap ija itop muka. Awak nyan iek honda raya sue. Rata sagoe gampong jidong, ka lage wate konflik awai. (Mereka/polisi masuk gampong dengan menggunakan senjata laras panjang, lengkap penutup wajah/sebo. Mereka datang mengendarai sepeda motor dengan suara bising. Berdiri di setiap sudut gampong, seperti masa konflik dahulu). (Baca: Rata Sagoe Jidong, Ka Lage Wate Konflik Awai)[]



