SIGLI – Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Pidie menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi seluruh anggota Panwas, baik kecamatan, gampông, maupun Tempat Pemugutan Suara (TPS). Bimtek ini untuk memaksimalkan tugas pengawasan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati 15 Februari 2017 mendatang.

Kegiatan pembekalan teknis dilaksanakan Sabtu, 11 Februari 2017, di Gedung Olah Raga (GOR) Alun – alun, Kota Sigli dari pagi pukul 09.00 – 14.30 WIB.

Komisioner Panwaslih Kabupaten Pidie, Fuadi, selaku Koordinator Divisi SDM/Organisasi, kepada portalsatu.com setelah membuka acara mengatakan, Bimtek merupakan hal penting bagi petugas agar mereka tahu apa tugas dan kewajiban mereka saat di lapangan. Juga hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan pengawas.

“Bimtek kita berikan untuk menyamakan presepsi sesama pengawas agar tidak terjadi perbedaan pendapat saat bertugas di lapangan, ” terang Fuadi.

Adapun peserta Bimtek kali ini sebanyak 1.601 orang. Mereka terdiri dari 69 pengawas kecamatan dari 23 kecamatan. 730 petugas pengawas lapangan dari 730 gampông, dan 802 pengawas TPS sesuai jumlah TPS yang ada.

Seluruh Komisioner Panwaslih Kabupaten Pidie, menurutnya, memberikan pembekalan ilmu teknis pengawasan secara bergantian kepada peserta Bimtek.

“Seluruh peserta kami lihat sangat serius mengikuti setiap materi yang disuguhkan. Bahkan ada di antara mereka bertanya kepada pemateri,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Fuadi juga mengaku, meski sudah ada pengawas di lapangan, tetap tidak akan maksimal tanpa dukungan dari masyarakat. Untuk itu, peran masyarakat sangat diharapkan membantu pengawasan sehingga pilkada di Pidie sukses dan jujur, adil dan hasilnya pun berkualitas.

“Peran masyarakat untuk ikut mengawasi, jika melihat ada kecurangan, dapat dilaporkan ke Panwas, mulai PPL, Panwascam hingga Panwaslih, guna ditindaklanjuti,” harapnya.[] (*sar)