Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaBerita Banda AcehSidang Lanjutan Kasus...

Sidang Lanjutan Kasus Tsunami Cup, 13 Orang Saksi Dihadirkan ke Pengadilan

BANDA ACEH – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh menghadirkan 13 orang saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dana Aceh World Solidarity Cup (AWSC) tahun 2017, Jumat, 18 Februari 2022 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh.

Para saksi dihadirkan untuk diminta keterangannya di pengadilan dalam kasus atas nama terdakwa Simon Batara Siahaan dan  Mohammad Sa’adan yang didakwa dalam perkara yang terpisah. Dalam sidang tersebut Simon didampingi tiga pengacaranya Yahya Alinsa SH, Dr Ansharullah Ida SH, MH, dan Syamsul Rizal SH. Sementara terdakwa Mohammad Sa’adan didampingi kuasa hukumnya Mahadir SH.

Dalam sidang yang dipimpin  Muhifuddin SH, MH selaku hakim ketua, Faisal Mahdi SH, MH dan Dr Edwar SH, MH sebagai hakim anggota itu, tim JPU yang terdiri dari Koharuddin SH MH, Teddy Lazuardi Syahputra SH MH, Afrimayanti SH, Mursyid SH MH, Asmadi Syam SH, Sakafa Guraba SH MH, dan Yuni Rahayu SH, melakukan pemeriksaan saksi dalam tiga gelombang.

Gelombang pertama diperiksa 5 saksi yang terlibat dalam persiapan turnamen Atjeh World Solidarity Cup 2017 (Tsunami Cup I) mereka terdiri dari rekanan dan panitia, yakni: Jummadi Hasan, Fasril M Nur, Muchsin Zakaria, Eri Efendi dan Azwar Abed.

Selanjutnya gelombang kedua diperiksa saksi para rekanan yang terlibat pada saat pelaksanaan  Atjeh World Solidarity Cup 2017 (Tsunami Cup I), mereka adalah Muhammad, Muhammad Ferizal, dan Mahdi Rusli.

Pada sesi terakhir diperiksa lima orang saksi yang dari Panitia Pemeriksaan Hasil Pekerjaan (PPHP) dari Dinas Pemudan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Aceh, mereka adalah Maszuar ZM, Taufik, M Idris Usman, Zulkifli dan Mustafa.[]

Baca juga: