LHOKSUKON – Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf alias Sidom Peng, mengunjungi tiga anak penderita lumpuh di Kecamatan Lapang, Sabtu, 17 Maret 2018, siang. Dalam kunjungan itu, Sidom Peng didampingi Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, dr. Machrozal.

Dua bocah penderita lumpuh itu merupakan adik abang, yaitu Saini Mubarak, 6 tahun, dan adiknya, Mirza, 4,5 tahun. Keduanya merupakan anak dari pasangan (almarhum) Muzakir dan Yusnaini, 30 tahun, warga Gampong Kuala Keuretoe. Sementara satu lainnya, Raza Faradila, 5 tahun 7 bulan, yang merupakan anak dari pasangan M. Ali dan Nurjanah, 37 tahun, warga Gampong Matang Tunong.

“Suami saya meninggal tiga tahun lalu. Dari tiga anak saya, dua di antaranya lumpuh, Saini dan Mirza. Saya melahirkan mereka secara normal. Saat Saini berusia 3 tahun, pernah dibawa ke rumah sakit di Banda Aceh, sempat dioperasi juga di sana tapi tidak ada hasil. Sedangkan adiknya belum pernah dibawa sekali pun ke rumah sakit,” ujar Yusnaini kepada portalsatu.com/

Yusnaini menyebutkan, setelah suaminya meninggal dunia, ia memenuhi kebutuhan hidup keluarganya dari bantuan para dermawan. “Ibu saya hanya petani, sementara saya tidak bisa bekerja karena harus mengurus Saini dan Mirza,” ucapnya.

Di lokasi terpisah, Nurjanah, 37 tahun, mengatakan, anaknya, Raza Faradila, menderita lumpuh pada usia 1 tahun, dan kini usianya 5 tahun 7 bulan.

“Wate umu sithon, aneuk lon ceukang step. Na lon ba u rumoh saket di Buket Rata, aleuh diinfus limong malam puleh. Hana trep aleuh nyan ceukang lom, diinfus lom di rumoh saket limong malam, tapi hana perubahan. Ayah jijak mita peng ditarek becak gob, nyoe kamoe duk bak mak (Waktu umur setahun, anak saya kejang-kejang step. Saya bawa ke rumah sakit di Buket Rata (RSUD Cut Mutia Lhokseumawe), setelah diinfus lima malam sembuh. Tidak lama berselang kejang lagi, setelah diinfus lima malam tidak ada perubahan. Ayahnya (suami) mencari rezeki sebagai tukang becak milik orang lain, ini kami tinggal di rumah ibu),” kata Nurjanah.

 Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Utara, Sidom Peng mengatakan, “Sebagai langkah awal kita akan melakukan fisioterapi rutin kepada ketiganya ke RSUD Cut Mutia. Saini pernah dibawa ke RSUD Zainal Abidin Banda Aceh dan sudah pernah dioperasi kepalanya karena kena saraf. Mengenai mereka dari keluarga tidak mampu, akan kita lihat sepulang dari sini. Mudah-mudahan ada perhatian khusus,” pungkas Sidom Peng.[]