ACEH UTARA – Siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Langkahan, Aceh Utara, masih belajar di tenda darurat di halaman sekolah itu, Kamis, 29 Januari 2026. Adapun gedung SD tersebut hancur diterjang banjir pada akhir November 2025.

Wakil Kepala SD Negeri 2 Langkahan, Julita, S.Pd., mengatakan para siswa terpaksa belajar di tenda darurat yang didirikan BNPB di halaman sekolah pascabanjir. Sebagian siswa lainnya belajar di dalam ruang kelas yang bisa difungsikan, namun mereka duduk di lantai karena meja dan kursi hancur dan hilang disapu banjir.

Julita menyebut lima Ruang Kelas Belajar (RKB) telah hilang ditelan banjir. Sehingga keterbatasan sarana dan prasarana membuat murid kelas dua, tiga, lima, dan enam terpaksa belajar di lantai dalam ruangan mengunakan meja tulis mini. Sedangkan murid kelas satu dan empat belajar di tenda darurat, karena tidak mencukupi ruang kelas.

“Meskipun kondisi darurat, sebanyak 22 guru sudah berupaya menyesuaikan metode pembelajaran agar murid tetap fokus dan nyaman belajar di tengah kondisi seperti ini, termasuk upaya pemulihan trauma atas musibah yang dialami dua bulan lalu,” kata Julita kepada wartawan.

Menurut Julita, jumlah murid SD Negeri 2 Langkahan sebanyak 365 orang. “Kita melihat anak-anak juga sangat antusias mengikuti proses belajar walaupun keterbatasan fasilitas”.

“Kita berharap ada perhatian dari pemerintah pusat untuk membantu percepatan perbaikan fasilitas sekolah yang rusak, termasuk perlengkapan belajar dan kebutuhan lainnya. Tentunya sudah masuk juga dalam pendataan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara terkait kerusakan bangunan sekolah,” ungkap Julita.[]