LHOKSUKON – Ribuan bungkusan plastik berisi sampah berjejer sekitar 20 meter di depan SD Negeri 3 Lhoksukon, Aceh Utara. Selain mengganggu warga yang melintas, sampah itu juga mengganggu aktivitas belajar siswa karena menimbulkan bau tak sedap.
Pantauan portalsatu.com/, Rabu, 17 Januari 2018 pukul 10.30 WIB, sampah itu berserakan di atas badan jalan yang berada persis di pinggir pagar sekolah tersebut. Warga dan siswa yang berada di lokasi terlihat menutup hidung karena aroma busuk tercium sangat menyengat. Di lokasi juga terlihat sebuah triplek bertuliskan 'Jangan buang sampah di area ini!'.
Dulu, bangunan SD tersebut berada di samping pasar lama Lhoksukon. Namun akhir tahun 2017, para pedagang sudah dipindahkan ke Pasar Terpadu dan lokasi pasar lama kini kosong.
Kepala SD Negeri 3 Lhoksukon, Azizah via telepon seluler kepada portalsatu.com/ menyebutkan, kondisi itu sudah lebih sepekan. Meski di lokasi sudah diberi peringatan tulisan jangan buang sampah di area ini, namun jumlah sampah setiap hatinya terus bertambah.
“Kita sudah datangi kepala lorong (keplor) III, Gampong Kuta Lhoksukon untuk mengeluhkan kondisi ini, waktu itu keplornya sedang sakit. Sampah-sampah ini sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar siswa, karena aroma busuk itu sangat tidak nyaman,” ujar Azizah.
Sejauh ini pihaknya tidak tahu siapa yang membuang sampah di lokasi. “Bisa jadi sampah dibuang di malam hari, jadi kita tidak bisa menuding siapa yang melakukan. Kesannya, kesadarakan orang (pembuang sampah) terhadap kesehatan kan masih kurang,” ucap Azizah.
Fitri, 39 tahun, warga lorong III secara terpisah mengatakan, serakan dan tumpukan sampah itu sangat mengganggu pandangan mata dan bau busuk yang tercium hidung.
“Pasar kan sudah dipindahkan, kenapa justru banyak tumpukan sampah. Ditambah lagi sampah itu semakin banyak setiap hatinya, artinya tidak diangkut petugas kebersihan. Kami sebagai warga berharap kepedulian dari pihak terkait, kan sayang anak-anak terganggu belajarnya,” pungkas Fitri.[]



