LHOKSUKON – Jika ingin maju dan ingin meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga, masyarakat harus membuang mindset masa lalu. Sumber daya manusia (SDM) bisa ditingkatkan melalui pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh tutor yang sudah ahli dan berpengalaman dalam bidangnya.

Hal itu dikatakan anggota DPD-RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma saat meninjau lokasi pilot project pembangunan pabrik garam dengan sistem teknologi geomembran di Gampong Matang Tunong, Kecamatan Lapang, Aceh Utara, Kamis, 28 Desember 2017. Peninjauan itu dilakukan bersama staf Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Irwan Sulistiawan.

“Saya berupaya semaksimal mungkin menggiring proyek besar ini ke daerah, tentunya bupati juga harus sinergi di sini. Agar berjalan optimal, saya berkesempatan turun sendiri memantau dengan benar dan tidak terkesan terabaikan,” ujar Haji Uma di lokasi.

Menurut Haji Uma, jika pabrik pengolahan garam itu berjalan, maka tidak kurang akan menyerap 100 tenaga kerja, bahkan mungkin lebih. Karena untuk mengumpulkan 1 ton garam per hari per hektare area (ha), tidak cukup dengan seorang pekerja saja.

“Untuk mencapai keberhasilan, pertama mindset bahwa kita selangkah dan sejalan. Kita harus yakin garam geomembran ini benar-benar memberi harapan baru. Jadi, sudahlah dengan masa lalu terkait garam kita rebus paling bagus. Sudahlah, berhenti di sana. Mari kita buka wahana baru, garam geomembran sistem jemur ini dengan produksi 100 kali lipat lebih menguntungkan,” ujar Haji Uma.

Selain menyamakan persepsi, Haji Uma juga meminta masyarakat legowo dengan instruktur yang memberikan pelatihan nantinya. 

“Saat mengikuti pelatihan yang diberikan pemerintah melalui instruktur, masyarakat harus mengikuti dengan baik. Jangan nanti punya gagasan sendiri, itu tidak akan berhasil. Jika memang kapasitas SDM kita belum memadai, tentu kita ikuti tutor-tutor yang sudah punya SDM bagus,” pungkas Haji Uma. [] (*sar)