LHOKSUKON – Banjir yang melanda Kecamatan Lhoksukon, Cot Girek dan Pirak Timu, Aceh Utara, sudah surut sejak Kamis, 27 September 2018, pagi. Saat ini hanya sebagian rumah warga yang masih tergenang air, khususnya di daerah rendah.
“Kemarin banjir juga sempat merendam sejumlah gampong di Kecamatan Matangkuli, tapi sejak semalam airnya sudah surut. Kemarin (Rabu) halaman Polsek Matangkuli juga sempat terendam. Saat ini yang masih terendam banjir Gampong Alue Thoe dan Lawang, tapi ketinggian air sudah lebih rendah,” ujar Firdaus, anggota Polsek Matangkuli, ditemui portalsatu.com/, Kamis siang.
Jufriadi, Geuchik Gampong Kumbang KM VII, Kecamatan Lhoksukon, via telepon seluler mengatakan, “Sejak dini hari tadi (Kamis) banjir telah surut dan warga mulai bersih-bersih rumah. Namun demikian kita tetap waspada, karena jika hujan deras kita khawatirkan ada banjir susulan”.
Terkait pertemuan perangkat gampong dengan Sekda Aceh Utara di Lhokseumawe kemarin (Rabu), Jufriadi menyebutkan, “Sudah ada sedikit kejelasan. Sama seperti tanggapan camat di sini waktu terjadi pemblokiran jalan saat banjir. Kata Sekda, terkait tanggul jebol itu memang sudah ada laporan sejak awal. Sekda suruh tunggu paling cepat tiga hari ke depan. Kemarin saat kami ke Lhokseumawe menemui Sekda, ke lokasi tanggul ada turun konsultan mengecek”.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRK Aceh Utara, Mawardi alias Tgk. Adek, dihubungi portalsatu.com/ secara terpisah mengatakan, kemarin (Rabu) saat pertemuan langsung dikonsultasikan. “Hari ini (Kamis) pihak BPBD dan Dinas PUPR melakukan pertemuan dan duduk rapat bersama dengan Dinas Keuangan, karena kemarin sore dinas teknis langsung turun ke lokasi untuk membuat perencanaan. Setelah ada solusi dan kesepakatan antardinas terkait, tanggul itu paling lambat dikerjakan sepekan setelah pertemuan,” ujar Tgk. Adek.[]


