BerandaBerita Banda AcehSoal Utang Pemko Banda Aceh, FoRMA: Jangan Memutarbalikkan Fakta

Soal Utang Pemko Banda Aceh, FoRMA: Jangan Memutarbalikkan Fakta

Siapa Berutang dan Siapa yang Menyelesaikan Utang

Populer

BANDA ACEH – Front Revolusioner Muda Aceh (FoRMA) menyayangkan pernyataan organisasi yang menamakan diri Alamp Aksi terkait utang Pemko Banda Aceh saat ini yang dituding disebabkan oleh Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq.

Menurut Koordinator FoRMA M. Iqbal Faraby, tudingan tersebut jelas keliru dan bisa menyesatkan publik. “Alamp Aksi atau siapapun aktor intelektual di belakangnya jangan memutarbalikkan fakta: siapa yang berutang dan siapa yang menyelesaikan utang,” ujarnya kepada wartawan di Banda Aceh, Jumat, 28 April 2023.

Pihaknya, kata Iqbal, mengajak semua pihak untuk merunut asal-muasal utang Pemko Banda Aceh. “Seperti bisa kita baca di media, ada jejak digitalnya bahwa utang dan kondisi keuangan pemko saat ini karena warisan pemerintahan sebelumnya,” ujarnya.

“Saat Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq menjabat, ia mewarisi utang sekira Rp 23 miliar dan potensi defisit anggaran hingga mencapai Rp 225 miliar. Defisit itu suka tak suka akan terjadi jika seluruh kegiatan dalam APBK 2022 murni dijalankan.”

Parahnya lagi, potensi defisit anggaran dimaksud belum termasuk Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi para PNS yang telah mandeg sejak awal 2022. “Bayangkan selama enam bulan lebih para pegawai harus mengencangkan ikat pinggang,” ujarnya.

Dan di masa Bakri Siddiq menjabat, pembayaran TPP telah mampu dibayarkan tepat waktu setiap awal bulan, yakni pada Juli hingga Desember 2022. “Para PNS pemko pun seperti bisa kita lihat di link YouTube https://youtu.be/eZZsqnrjgM0, menyampaikan apresiasi kepada pj wali kota.”

Oleh sebabnya, pihaknya mendukung penuh kebijakan rasionalisasi anggaran yang diambil Bakri Siddiq. “Bukan hanya TPP, dana desa yang sangat vital untuk menunjang pembangunan kota juga menjadi lancar selama beliau menjabat, setelah sebelumnya macet berbulan lamanya,” kata Iqbal.

Dan banyak lagi imbas positif yang dirasakan masyarakat seiring dengan semakin sehatnya keuangan pemko. “Jika pun saat ini ada penambahan utang hingga menjadi Rp 86 miliar, angkanya sudah sangat jauh berkurang dari potensi Rp 225 miliar sebelumnya. Jadi mari kita bicara fakta bukan malah membodoh-bodohi masyarakat.”

FoRMA pun menilai pj wali kota komit menyelesaikan utang tersebut dan serius berupaya meminimalkan defisit anggaran. “Walaupun soal utang ini PR dari pemerintahan periode sebelumnya, yang kami lihat beliau berbesar hati dan aktif mencari solusi demi kebaikan bersama,” kata Iqbal.[rilis]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya