TAKENGON – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Gajah Putih sedang bersiap untuk transformasi kelembagaan menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN).
Persiapan dilakukan pihak kampus dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) membahas draf organisasi dan tata laksana IAIN, di Gedung Biro STAIN Gajah Putih, Sabtu, 28 Juli 2018.
Ketua STAIN Gajah Putih, Zulkarnain, mengatakan pihaknya bersama pemerintah daerah sudah mengusulkan perubahan status menjadi IAIN sejak 2015. “Dari sekarang kita sudah persiapkan langkah untuk menjadi IAIN dan seluruh stake holders terkait kita ajak diskusi guna menyongsong peralihan status nantinya,” ungkap Zulkarnain.
Bupati Aceh Tengah sekaligus Ketua Dewan Penyantun STAIN Gajah Putih, Shabela Abubakar, menilai kegiatan FGD sebagai satu tindakan visioner yang memandang jauh ke depan.
“Bagaimana kita mempersiapkan transformasi STAIN menjadi IAIN, mulai dari penamaan IAIN dan lain-lain yang dianggap perlu dan penting dipersiapkan dari sekarang,” ujar Shabela.
Orang nomor satu di Aceh Tengah tersebut menegaskan, akan memberi dukungan penuh terhadap kebutuhan yang disyaratkan dalam proses tranformasi STAIN Gajah Putih menjadi IAIN, sejauh tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan berlaku.
“Sejalan dengan transformasi STAIN ke IAIN, harapan kami pihak kampus juga harus terus mengimbangi status tersebut dengan pengelolaan pendidikan yang lebih maju,” kata Shabela.
Dia menyebutkan, peningkatan kualitas tenaga pengajar dan kualitas lulusan menjadi keniscayaan yang harus menjadi target untuk terus diperbaiki dan meningkat dari tahun ke tahun. Indikator yang paling nyata dari kualitas adalah seberapa besar kampus mampu menerbitkan publikasi ilmiah secara konsisten dapat dipertangungjawabkan, aplikatif dan memberi dampak positif bagi masyarakat.
“Jika kampus berkualitas maka dengan sendirinya akan lebih dikenal, sehingga pada akhirnya dapat menyerap lebih banyak mahasiswa yang tertarik untuk kuliah di IAIN Gajah Putih nantinya,” ujar Shabela.
FGD itu menghadirkan narasumber Kepala Biro Ortala Kementerian Agama Aprizal Zen dan Wakil Rektor III IAIN Padang Sidempuan, Sumper Mulia Harahap.[](rel)




