MEULABOH – Sanggar Seni Intan Payong Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh mengadakan Pekan Mahakarya Mahasiswa (PMM), Kamis, 31 Oktober 2019.
Kegiatan di halaman kampus STAIN ini, diikuti puluhan peserta dari berbagai kampus dan Sekolah Menengah Atas se-Kabupaten Aceh Barat. “Kegiatan ini dalam rangka melestarikan kebudayaan Aceh serta mengembangkan bakat dan minat pemuda di Kabupaten Aceh Barat”.
Selain Pekan Mahakarya Mahasiswa, juga diadakan Seminar Motivasi dengan tema “Show your main works of art dalam melestarikan kesenian Aceh” yang akan dilaksanakan 2 November 2019, sekaligus menjadi rangkaian penutupan kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini upaya untuk sosialisasi kampus dilingkungan pelajar dan pemuda di Aceh Barat,” ujar Fathur Rizki, panitia yang juga Ketua Sanggar Seni Intan Payong.
Dia berharap STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dapat dikenal di kalangan masyarakat sebagai wadah pelajar untuk mengembangkan diri.
Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr. Erizar, M.Ed., mengapresiasi gelaran yang diinisiasi mahasiswa-mahasiswi. Terutama Sanggar Seni Intan Payong yang menjadi motor terselenggaranya kegiatan tersebut.
Erizar berharap Pekan Mahakarya Mahasiswa dapat dijadikan budaya kampus yang dapat menambah hidup atmosfir akademik kampus. Ia berharap para mahasiswa terus berinovasi untuk menciptakan wadah kreativitas sebagaimana kegiatan PMM tersebut. Ia pun merekomendasikan agar acara tersebut menjadi ajang rutin tahunan.
“Insya Allah acaranya sukses, dan kami upayakan kampus akan terus membantu kegiatan ini untuk tumbuh menjadi lebih besar,” ungkapnya.
Sementara itu, Yudha, salah seorang peserta perwakilan dari SMA Negeri 4 Wira Bangsa mengatakan kegiatan seperti ini memacu semangat dan melatih mental pelajar untuk berkreasi.
“Saya berharap kegiatan ini diadakan setiap tahunnya, sehingga dapat mengasah skill kesenian yang dimiliki,” ucapnya.
Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Dr. Inayatillah, M.Ag., mengaku bangga dengan ide dan inisiatif para mahasiswa dalam melakukan kegiatan Pekan Mahakarya Mahasiswa tersebut. Ia mendukung sepenuhnya kegiatan tersebut dan berharap kegiatan ini dapat membangun nuansa kebudayaan Aceh.
“Saya berharap suasana budaya Aceh muncul dari pentas PMM ini, sehingga menjadi ciri khas kegiatan ini,” ungkapnya.
Inayatillah berpesan agar panitia dapat memerhatikan nilai-nilai budaya, sehingga seni dan kreativitas yang dimunculkan tetap dalam koridor syariah.[](rilis)





