BLANGKEJEREN – Dana talangan Rp1 triliun dari pemerintah pusat untuk kesejahteraan petani kopi gayo yang sebelumnya ‘digembar-gemborkan’ Gubenur Aceh Nova Iriansyah dan Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru hingga kini belum terealisasi ke Kabupaten Negeri Seribu Bukit.

Bupati Gayo Lues, H. Muhammad Amru, dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu, 27 Januari 2021, terkait perkembangan soal dana Rp1 trilun dari pemerintah pusat untuk membeli kopi gayo mengatakan,”nanti jumpai saya”. Tak berselang lama, Muhammad Amru kembali menghubungi portalsatu.com/. “Saya tunggu sekarang di kantor,” katanya.

Di ruangan Bupati Gayo Lues, Muhammad Amru menjelaskan sampai hari ini dana talangan Rp1 triliun yang dijanjikan Presiden Jokowi itu belum ada teralisasi. Padahal, sangat dibutuhkan untuk membeli kopi yang tertimbun di gudang agen dan membeli dari petani dengan harga normal.

“Dana talangan itu memang sangat diperlukan untuk menyejahterakan petani kopi di wilayah tengah, yaitu Kabupaten Gayo Lues, Aceh Tenggah dan Bener Meriah, tapi sampai hari ini belum ada realisasi,” kata Amru.

Menurut Amru, pemerintah daerah dan petani kopi di Gayo Lues sangat berharap agar diberikan dana tersebut melalui skema apapun. Sebab, harga kopi gayo saat ini sangat merosot jika dibandingkan dengan harga sebelum pandemi Covid-19.

“Daerah kita tidak memiliki dana talangan untuk membantu menstabilkan harga kopi di Gayo Lues. Namun diperkirakan, anggaran yang diperlukan untuk menstabilkan harga kopi ini mencapai puluhan hingga Rp100 miliar per tahun. Saat ini penjualan kopi Gayo Lues masih menggunakan sistem kerja sama dengan pedagang Aceh Tengah, Bener Meriah dan Medan,” kata Amru.

Bupati juga mengimbau agar petani kopi di Gayo Lues tetap semangat, menjaga kualitas kopi gayo, dan bersabar. Pemerintah sedang berupaya agar ke depan harga jual kopi di tingkat petani bisa normal seperti semula.

Ditanya kembali soal anggaran Rp1 triliun itu, Bupati Amru mengaku berani memberikan keterangan kepada media setelah membaca berita bahwa Gubenur Aceh telah bertemu dengan Presiden Jokowi. Bahwa Presiden akan membeli kopi gayo dengan harga normal melalui BUMN, dan anggaran yang disiapkan pemerintah pusat Rp1 triliun.

“Ini coba dibaca, dan sebagai rujukan dalam membuat berita terkait masalah dana talangan Rp1 triliun nantinya,” kata Amru sembari memberikan kertas yang berisi berita dengan judul ‘Dilobi Plt. Gubenur Aceh, Presiden Janji Beli Kopi Gayo Rp1 Triliun’, dan ‘Petani Tagih Janji Jokowi Beli Kopi Gayo’.

Diberitakan sebelumnya, Kai’man, salah satu petani kopi di Gayo Lues menyinggung pernyataan Bupati Gayo Lues Muhammad Amru yang pernah dimuat portalsatu.com/, bahwa akan ada dana talangan dari Presiden RI Rp1 Triliun membantu meningkatkan harga jual kopi di tingkat petani kopi di wilayah tengah yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues.

“Sampai sekarang kami belum merasakan kenaikan harga jual kopi, mudah-mudahan dana Rp1 triliun itu segera cair, dan pemerintah bisa menyiasati harga jual kopi ini,” kata Kai’man.[](Anuar Syahadat)