Karya: Taufik Sentana*
Resep Bahagia
Secarik makna
yang engkau racik
dari ruang gelap peristiwa
dan dititipkan dalam kelopak pagi
Malam dan Hujan
Malam tak bersekutu pada hujan
mereka membawa titah-tuah sendiri
dari kelam ke bunyi
dari kesunyian ke nyanyian
dari ketakutan ke harapan.
Malam dan hujan, keduanya
takluk dalam siklus dan rotasi
Keduanya dengan dendam
dan rindu sendiri.
Imajinasi
selembar daun yang jatuh
berayun bersama angin
menyentuh landang ladang
dan berkisah tentang tangkai
yang ia tinggalkan
dalam penerimaan.
Wanita yang Dilupakan
Setelah sekian kisah berlalu
wanita itupun dilupakan
Ialah dunia yang berkejaran
dengan gairah dan keinginan
Teknik Sang Nabi
Ia yang penuh Mulia
mengambar garis bersegi empat
di atas tanah, di sekitarnya para sahabat setia siap mencerna makna.
Dari dalam gambar kotak persegi itu Sang Nabi menarik garis lurus hingga keluar, di atas garis lurus tadi ia torehkan lagi garis garis kecil yang melintang.
Sabdanya: kotak persegi ini adalah ajal yang melingkupi manusia, ia bagai garis lurus yang melewati kotak ini, garis garis kecil yang melintang di atasnya adalah permasalahan hidup, ambisi dan hasrat hasratnya yang seakan hidup selamanya di dunia.[]
*Penikmat prosa.

Baca Juga: https://portalsatu.com/opini/2021/01/aceh-berguru-pada-ali-hasjmy/






