Kamis, Juli 25, 2024

Buka Rapimda KNPI Subulussalam,...

SUBULUSSALAM - Penjabat (Pj) Wali Kota Subulussalam, H. Azhari, S. Ag., M.Si mengatakan...

BI Lhokseumawe Gelar ToT...

LHOKSEUMAWE - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota...

PPK Sawang: Uang Operasional...

ACEH UTARA - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sawang di bawah Komisi Independen Pemilihan...

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...
BerandaTahukah Anda, Berapa...

Tahukah Anda, Berapa Lama Manusia Bisa Hidup Tanpa Makanan?

STOCKHOLM – Para ahli percaya bahwa tubuh manusia bisa bertahan tanpa makanan hingga dua bulan. Informasi ini diperkuat dengan bukti bahwa seseorang di Swedia tetap dapat hidup walau tanpa mengonsumsi makanan.

Dilansir BBC, Rabu (18/5/2016), pria berusia 44 tahun bernama Peter Skyllberg asal Swedia terkubur di bawah salju dan ditemukan bertahan hidup selama dua bulan tanpa makanan.

Meskipun demikian, ia dilaporkan memakan segenggam salju dan berada di lingkungan minus 30 derajat celcius. Skyllberg saat itu berada di dalam mobil sejak 19 Desember 2011.

Menurut Dr Mike Stroud, Dosen Senior Medicine and Nutrition di Southampton University, ada sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk bertahan hidup. Salah satu faktor terkait bagaimana metabolisme tubuh melambat untuk menghemat energi.

“Rata-rata tubuh manusia beristirahat, tidak melakukan apa-apa, menghasilkan sekira 100 watt panas tubuh. Namun, dalam keadaan ini tubuh akan mulai membuat panas melambat untuk menjaga Anda tetap hangat,” jelasnya.

Di situlah tubuh yang lebih berat akan memiliki banyak keuntungan. “Tubuh memerlukan tidak hanya kalori, ini akan memulai untuk mematikan organ satu per satu. Namun, ini mungkin mengambil waktu hingga 60 hari agar hal itu terjadi,” terangnya.

Catherine Collins, juru bicara Asosiasi Diet Inggris mengungkapkan, tubuh dapat merancang ulang selama kelaparan untuk meminimallkan jumlah kalori yang dibutuhkan. Ketika tubuh berhenti mendapatkan makanan, ia harus hidup dengan gula yang tersimpan.

Hati dan otot menyimpan glukosa, sumber bahan bakar utama, sebagai glikogen. Glikogen ini yang kemudian dapat diubah menjadi glukosa. Saat glukosa habis, lemak dapat diubah menjadi pasokan energi sekunder yang disebut 'ketone bodies'. Setelah lemak habis, tubuh harus mengambil protein daur ulang dari sistem dan akhirnya dari otot untuk mengonversi ke energi.[] Sumber: okezone.com

Baca juga: