Sigli – Sebanyak 35.116 Keluarga di Kabupaten Pidie tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Jika dibandingkan total jumlah kepala keluarga (KK) sebanyak 123.563, maka 28 persen masyarakat Pidie masih katagori belum mampu.

Berdasarkan data yang diperoleh portalsatu.com/ dari Dinas Sosial Kabupaten Pidie, Rabu, 4 Maret 2020, tahun 2020, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Pidie tercatat 35.116 KPM. Angka itu jauh di bawah kuota yang diberikan Kementerian Sosial (Kemensos) RI sebanyak 41.142 KPM.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Pidie Muhammad Haris, mengatakan, Pidie diberi kuota Kemensos sebanyak 41.142 keluarga, tapi jumlah KPM terus menurun dari kuota. “Kita tahun ini ada 35.116 keluarga penerima manfaat yang tersebar di 23 kecamatan. Bahkan dana PKH tahap satu untuk 35.116 KPM sebesar Rp 30.619.100.000, turun,” terang Haris kepada portalsatu.com/.

Menurutnya, dana PKH mulai diterima KPM di Pidie sejak 2008 dan kuota KPM tertinggi pada tahun 2018 sebanyak 38.637. Tahun 2019 turun menjadi 37.629 dan 2020 turun lagi menjadi 35.116 keluarga.

“Begitu juga dengan nilai transfer, tahun 2019, kita ditransfer Rp145, 5 miliar yang dicairkan 4 tahap. Untuk tahun ini baru ditransfer tahap pertama sebesar Rp 30, 6 miliar,” paparnya yang mengaku jumlah totalnya belum tahu pasti.

Haris mengakui masih ada keluarga yang tidak layak lagi menerima PKH, tapi tercatat sebagai penerima manfaat. Rencananya membuat stiker untuk menempel pada rumah penerima, namun tidak tersedia anggaran maka rencana itu ditunda dulu.

“Tahun ini kita akan lakukan verifikasi ulang dengan menggandeng pemerintah gampong agar validasi data agar dimasukkan dalam aplikasi sistem informasi kesejahteraan sosial,” imbuh Muhammad Haris.

Berdasarkan data jumlah keluarga yang terdata di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Pidie tahun 2019 berjumlah 123.563 keluarga. Sedangkan jumlah KPM PKH sebanyak 35.116 keluarga, maka jika dipersentasikan, sebanyak 28 persen lebih masyarakat Pidie, belum mampu.[]