LHOKSUKON – Robohnya beberapa titik tanggul sungai mengakibatkan banjir merendam Gampong Krueng LT, KM V, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Minggu, 18 Desember 2016. Banjir akibat luapan air sungai itu juga merendam Gampong Merboe, Meuria, Babah Geudubang, dan beberapa lainnya.

“Tanggul ini sudah jebol saat banjir bandang semasa Gubernur Aceh dijabat Irwandi, hingga saat ini belum ada perbaikan. Anehnya hanya di sini yang tidak diperbaiki, di gampong lain sudah diperbaiki. Luas jebol sekitar 30 meter, sedangkan 200 meter lainnya sudah roboh dan hanya tersisa sekitar 1 meter saja,” kata Geuchik Gampong Krueng LT, Musliadi, saat ditemui portalsatu.com di lokasi banjir.

Menurutnya, dinas terkait setiap tahun melakukan survey ke lokasi. Dia mengatakan petugas datang tiga kali dalam setahun, baik itu dari provinsi maupun kabupaten. Bosan melihat petugas hanya melakukan survey, pihaknya pernah meminta petugas untuk pulang kembali ke dinas.

“Saat ini ada 62 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya terendam banjir. Banjir datang pukul 20.30 WIB (Sabtu) akibat curah hujan tinggi di kawasan pegunungan,” ujarnya.

Hal lainnya diungkap Abdullah Syeh, 52 tahun, anggota Tuha Peut Gampong Krueng LT. Katanya, ekses banjir itu juga merendam beberapa gampong lainnya, seperti Gampong Merboe, Meuria, dan Babah Geudubang.

“Ketinggian air bervariasi, seperti halnya di luar rumah saya mencapai pinggang orang dewasa, namun ada juga yang sebatas lutut. Ini baru banjir awal, jika banjir besar airnya bisa mencapai dada, bahkan leher,” ucapnya.[]