SUBULUSSALAM – Harga tandan buah segar (TBS) di wilayah Kota Subulussalam mulai bergerak naik berkisar antara Rp980 hingga Rp1.000 per kilogram di tingkat petani sejak dua pekan terakhir.
“Alhamdulillah, ada kenaikan harga TBS dalam beberapa pekan ini, di tingkat petani itu berkisar antara Rp980 sampai Rp1.000 per kilogram,” kata Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kota Subulussalam versi Munas Jakarta, Subangun Berutu, kepada portalsatu.com/, Jumat, 25 Oktober 2019.
Subangun menjelaskan, berdasarkan data diperoleh dari sejumlah Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) di Kota Subulussalam per 25 Oktober 2019, harga TBS di tingkat pabrik di sejumlah PMKS masih belum sesuai harga yang telah ditetapkan Pemerintah Aceh minimal Rp1.220 per kilogram sampai minggu pertama November.
Hal ini dapat dilihat seperti harga TBS di PT Sumatera Sawit Nabati (SSN) Rp1.190 per kilogram. Lalu, PT Budidaya Agrotamas Abdi (BDA) Rp1.110 dan PT Bangun Sempurna Lestari (BSL) Rp1.130. Khusus PT Global Sawit Semesta (GSS) lumayan tinggi yakni Rp1.210 per kilogram.
“Untuk PT BDA hari ini naik Rp20, PT SSN juga naik Rp20 sejak Kamis kemarin. Sementara PT BSL dan GSS juga mengalami kenaikan Rp20 sejak minggu lalu,” ungkap Subangun Berutu.
Dari empat PMKS tersebut, PT GSS berada pada urutan tertinggi membeli harga TBS yakni Rp1.210 per kilogram. Angka itu sudah mendekati harga berdasarkan hasil kesepakatan Tim Penetapan dan Pemantauan Harga Pembelian TBS Provinsi Aceh wilayah barat periode Oktober 2019 minimal Rp1.220 per kilogram.
“Ya, benar (GSS sudah mendekati), dengan standar mutu yang agak tinggi dibanding yang lain,” ucapnya.
Terhadap tiga PMKS lainnya masing-masing PT SSN, PT BSL dan PT BDA diharapkan segera menyesuaikan harga TBS berdasarkan hasil kesepakatan bersama antara seluruh PMKS se-Aceh dengan Pemerintah Aceh yang telah ditetapkan pada 11 Oktober lalu di Banda Aceh.
“Segeralah menyesuaikan, seperti yang telah dihitung dan ditetapkan bersama Tim Pemerintah Aceh dan PMKS se-Aceh,” ujar Sumbangun.[]



