ACEH UTARA – Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMPPKB) Kabupaten Aceh Utara akan menggelar pelatihan untuk ribuan Tenaga Pendamping Keluarga (TPK). Hal ini sebagai salah satu upaya menekan angka stunting di Kabupaten Aceh Utara pada tahun 2024.
“Setelah hari raya (Idulfitri 1445 H) ini, 2.556 TPK di Aceh Utara akan dilatih. Orientasi TPK namanya, Tim Pendamping Keluarga BKKBN Provinsi Aceh,” kata Kepala DPMPPKB Kabupaten Aceh Utara, Fuad Mukhtar, S.Sos., M.S.M, melalui Kepala Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk), KB dan KS, Muhammad Azhar, pada awal Maret 2024.
Azhar menyebut tugas TPK mencakup serangkaian kegiatan terhadap keluarga yang melibatkan ibu hamil, setelah persalinan, bayi di bawah dua tahun, calon pengantin, dan Pasangan Usia Subur (PUS).
“TPK merupakan ujung tombak dalam menekan angka stunting. Karena itu, mereka perlu pengetahuan yang cukup. Dengan adanya TPK yang langsung turun ke lapangan dan mengetahui masalah yang ada di lingkup terkecil di tingkat gampong hingga keluarga, kita optimis stunting dapat diatasi,” ujar Azhar.
TPK memiliki tanggung jawab meliputi penyuluhan, fasilitasi pelayanan rujukan, pemberian bantuan sosial, serta melakukan surveilans terhadap keluarga yang berisiko stunting.
“Tujuan utamanya adalah deteksi dini faktor stunting dan pencegahan pengaruh risiko stunting dengan berbagai kegiatan seperti penyuluhan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), fasilitasi rujukan pelayanan, fasilitasi program bantuan, serta surveilans,” ujar Azhar.
Azhar menjelaskan tujuan diadakan pelatihan tersebut untuk meningkatkan kemampuan TPK dalam memberikan pendampingan kepada keluarga-keluarga di Aceh Utara. Pelatihan ini mencakup berbagai aspek, termasuk pemahaman tentang gizi yang seimbang, pentingnya pemberian ASI eksklusif, pola makan yang sehat, serta pentingnya akses ke layanan kesehatan yang berkualitas.
TPK juga akan dilatih untuk mengenali tanda-tanda stunting dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegahnya.
Menurut Azhar, para TPK yang telah dilatih akan menjadi ujung tombak dalam penanggulangan stunting di tingkat masyarakat. Mereka akan melakukan kunjungan ke rumah-rumah untuk memberikan edukasi dan dukungan kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan.
Azhar menambahkan langkah ini bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama anak-anak.
Setelah mengikuti pelatihan itu diharapkan TPK dapat memberikan informasi, bimbingan, dan dukungan kepada keluarga dalam berbagai hal untuk mencegah stunting.
“Hasil pelatihan tersebut diharapkan akan tercipta sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi masalah stunting,” tutur Azhar.
Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, diharapkan upaya ini dapat memberikan dampak positif dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Aceh Utara pada 2024 dan tahun-tahun mendatang.[](Adv)






