BLANGKEJEREN – Puluhan tenaga non-ASN yang tidak masuk data sebagai pekerja paruh waktu di Kabupaten Gayo Lues mendatanggi kantor DPRK setempat untuk beraudiensi. Para tenaga non-ASN itu menuntut agar Pemkab Gayo Lues memasukan data mereka ke data BKN seperti tenaga paruh waktu.
Tenaga non-ASN itu disambut pimpinan dan anggota DPRK, Plt. Sekda, dan Kepala BKPSDM Gayo Lues bersama timnya. Setelah diberi arahan, tenaga non-ASN itu langsung membubarkan diri.
Plt. Kepala BKPSDM Gayo Lues, Abdul Wahab, S.E., melalui Muhammad Furqon selaku Analis SDM Aparatur BKPSDM, Senin, 22 September 2025, mengatakan tenaga non-ASN itu mengaku sudah bekerja di pemerintahan selama dua tahun, dan sempat mengikuti seleksi CPNS 2024.
“Tetapi datanya tidak masuk ke tenaga paruh waktu. Jadi, tenaga non-ASN ini meminta agar dimasukan datanya ke BKN,” kata Furqon.
Jumlah tenaga non-ASN tersebut juga mencapai 50 orang lebih, terdiri dari tenaga administrasi, kesehatan, dan lainnya.
Berdasarkan hasil rapat audiensi itu, disepakati agar tenaga non-ASN itu segera mengumpulkan data dan dokumen, bukti ikut ujian, dan data lainya supaya nanti bisa diserahkan ke BKN dan Menpan-RB saat beraudiensi.
“Kemudian data itu nantinya akan kita serahkan ke BKN dan Menpan-RB. Sekarang kami akan berkoordinasi, berkirim surat dulu dengan BKN dan Menpan, kapan bisa beraudiensinya,” ujar Furqon.[]




