Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaNewsTersangka Kasus Uang...

Tersangka Kasus Uang Makan Hafiz Gayo Lues Sebut Oknum Wartawan Terima Aliran Dana Rp270 Juta

BLANGKEJEREN – Oknum wartawan dan LSM di Kabupaten Gayo Lues diduga ikut menerima aliran dana kasus korupsi uang makan minum hafiz senilai Rp270 juta dari total kerugian negara Rp3,7 miliar lebih. Dugaan suap untuk menyetop pemberitaan terkait kasus di Dinas Syariat Islam Gayo Lues itu mencuat setelah polisi menggelar konferensi pers di Aula Polres, Rabu, 28 April 2021.

Syahrul Huda alias Apuk selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang ditetapkan sebagai tersangka usai konferensi pers di Aula Polres Gayo Lues membenarkan pihaknya “telah memberikan uang kepada dua orang untuk meng-handle (menyetop) berita terhadap semua wartawan dan LSM di Kabupaten Gayo Lues sebesar Rp270 juta”.

Pemberian sejumlah uang agar kasus itu tidak lagi diberitakan oleh wartawan dan LSM, kata Apuk, bermula di kantor Dinas Syariat Islam, kemudian diantar ke rumah salah seorang oknum wartawan di seputaran Blangkejeren yang disaksikan beberapa orang saksi.

“Ada, jumlahnya Rp270 juta, kami berikan kepada HM dan NS, dan sebagai saksinya saya sendiri, Pak Kadis (HUS), LUK (rekanan), Bendahara Dinas Syariat Islam, dan Makrub selaku Pokja. Pemberian di kantor dulu kepada HM kemudian baru kami antar ke rumah NS secara cash,” katanya di hadapan puluhan wartawan saat ditanya kebenaran informasi tersebut.

Uang itu diberikan, kata Apuk, setelah kegiatan selesai dilaksanakan yaitu awal tahun 2020 lalu, dengan tujuan untuk meng-handle berita. Akan tetapi setelah uang diberikan kepada oknum tersebut, berita terkait kasus korupsi di Dinas Syariat Islam tetap ditulis/diliput wartawan Gayo Lues.

“Katanya keseluruhan,” kata Apuk saat ditanya wartawan apakah uang Rp270 juta itu untuk meng-handle satu media atau satu wartawan, atau untuk seluruh wartawan dan LSM yang ada di Gayo Lues.

Menanggapi pengakuan Apuk, para wartawan Gayo Lues yang hadir saat konferensi pers berteriak dan mendesak aparat kepolisian mengusut masalah aliran dana tersebut, serta menangkap siapapun yang telah mencoreng nama wartawan dan LSM di Kabupaten Gayo Lues.[]

Baca juga: