LHOKSUKON – Panglima KPA Pase, Teungku Zulkarnaini Bin Hamzah atau yang akrab disapa Tgk Ni, menyebutkan lahirnya Partai Aceh tidak dibalut dengan kain sutra. Proses mewujudkan partai lokal ini juga tidak bisa dibeli dengan uang, melainkan darah pejuang-pejuang yang berjuang untuk menyejahterakan rakyat Aceh. 

Hal tersebut disampaikan Tgk Ni di  pelantikan Komite Pemenangan Partai Aceh (KPPA) empat kecamatan, yang berlangsung di Kota Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Senin, 9 Januari 2017 malam.

“Saat ingin berdamai di meja perundingan, pihak Indonesia sempat tidak mau menyetujui lahirnya partai lokal di Aceh. Untuk itu, kami mengajak masyarakat Aceh untuk tetap setia berjuang demi kemakmuran melalui Partai Aceh,” kata Tgk Ni.

Adapun empat KPPA yang dilantik malam itu adalah KPPA Tanah Jambo Aye, Seunuddon, Langkahan dan KPPA Kecamatan Baktiya. Kegiatan ini turut disertai dengan peusijuk terhadap paslon Bupati/Wakil Bupati Aceh Utara nomor urut 1, H. Muhammad Thaib (Cek Mad) – Fauzi Yusuf (Sidom Peng). Acara silaturahmi politik itu juga dihadiri para pendukung dan simpatisan PA dari empat kecamatan. 

Sementara calon Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf (Sidom Peng) berterimakasih kepada seluruh lapisan masyarakat Aceh Utara yang hadir di lokasi. Ia berharap warga tidak dikelabui calon lain yang menebar janji-janji manis untuk meraih kursi nomor 1 Aceh Utara.

“Pilihlah yang sudah terbukti, ini saatnya untuk lanjutkan pembangunan. Coba Anda bayangkan pembangunan pasca perdamaian dan sebelum perdamaian, bayangkan juga sebelum dipegang oleh GAM dan sesudahnya. Lima tahun di tangan Cek Mad, beliau sudah membangun pondasi dan saatnya sekarang untuk mengikat bata dan atap sehingga menjadi sebuah rumah yang cantik untuk kita huni bersama,” ujar Sidom Peng.

Hal senada disampaikan Panglima Muda Daerah IV Teungku Chiek di Tunong, M Jhony. Kata dia, perjuangan Aceh belum selesai. Marilah bersama-sama berjuang meraih kesejahteraan dan melahirkan kemakmuran bagi rakyat Aceh.

“Beberapa waktu lalu ada pihak yang merusak rumah pribadi saya. Itu adalah pihak yang ingin merusak perdamaian yang sudah tercipta di Aceh. Saya yakin masyarakat Aceh Utara masih ingin menikmati perdamaian ini, dan masih tetap setia memenangkan calon-calon pemimpin dari Partai Aceh,” ujar Jhony, yang juga Juru Bicara KPA/PA Pase itu. []