BLANGKEJEREN – Masyarakat Kabupaten Gayo Lues mulai was-was dengan hasil getah pinus yang disadap dari perkebunan mereka paska tiga dari empat perusahaan sedang proses melengkapi izin. Tiga perusahaan yang memilih tidak membeli getah pinus sebelum izin lengkap itu adalah PT. Hopson, PT. PMI dan PT. Rosin.

Sedangkan yang masih beroprasi dan membeli getah pinus di Gayo Lues hingga hari ini, Jum'at 15 Agustus 2025 hanya PT.Kencana Hijau Bina Lestari.

Asiah, warga desa Tujung, Kecamatan Kutapanjang, Kabupaten Gayo Lues, Jum'at, 15 Agustus 2025, mengatakan getah yang disadap dari kebunnya sudah lama dijual kepada toke, tetapi hingga hari ini belum dibayar dengan alasan Perusahaan belum membayarkanya.

"Kasihan masyarakat, karena getah tidak dibeli toke sekarang, akibat uang macet dari PT. Kencana Bina Lestari, perlu turun tangan Pemerintah Daerah untuk masalah ini, agar masyarakat tidak menjadi korban," katanya.

Saat ini masyarakat tidak mengetahui secara pasti detail permasalahan yang terjadi dilapangan, apakah benar PT. Kencana dengan sengaja menunda pembayaran getah pinus dari toke atau memang sengaja dibuat polemik agar getah bisa dibawa keluar daerah.

Yang jelas, polemik ini muncul paska adanya pihak tertentu yang berkoar-koar agar Tiga Perusahaan itu ditutup. Sementara disaat ke Empat Perusahaan itu beroprasi membeli getah pinus sebelumnya, penjualan getah pinus sangat lancar, dan Perusahaan juga berlomba-lomba menaikan harga agar warga mau menjual ke PTnya.

Mennaggapi polemik itu, Oprasional Manager PT.Kencana Hijau Bina Lestari, Beben Suhartono, yang ditanyai portalsatu.com/ apakah benar setiap penjualan getah pinus ke PT Kencana, uang hanya dibayar 70 persen dari harga? sedangkan sisanya dibayarkan setelah Dua Minggu atau setelah yang bersangkutan kembali menjual getah berikutnya?

"Setiap barang masuk ke KHBL di bayar sejumlah 70% setelah barang masuk, untuk pelunasan 30 % setelah barang di timbang per karung dan di bedah sekitar dua harian bila barang menumpuk, tetapi kalau kondisi normal satu hari sudah selesai ditimbang per karung langsung di TF pelunasannya," katanya melalui pesan WhatsApp.

Untuk barang yang di anggap bermasalah (getah campur air, getah campur dengan tepung/ubi , dan obat cas), maka akan di simulasikan dan akan dipanggil suppliernya untuk melihat langsung kondisi barangnya, bisa jadi barang tersebut di rijek untuk di kembalikan atau di negokan untuk potongannya).

"Tidak semua supplier getah jujur, ada yang dengan sengaja mencampur getah dengan kotoran dan air serta bahan lainnya, atau suppler yang beli getah dari Penderes yang memang nakal," ujarnya.

Beben menyarankan kepada warga agar langsung saja menjual getahnya ke PT biar tahu kejadian yang sebenarnya.[]