BANDA ACEH — Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) terkait sektor kesehatan di aula Balai Kota, Jumat, 2 Maret 2018. Para peserta terdiri dari para penyedia layanan, praktisi, dan pengguna layanan kesehatan serta perwakilan ormas dan media massa.
Ketua Tim Pelaksana FKP Heru Triwijanarko SSTP menyebutkan, kegiatan ini merupakan rangkaian acara Workshop Implementasi Mal Pelayanan Publik yang telah digelar di tempat yang sama pada Kamis, 1 Maret 2018.
“Tujuannya guna menghasilkan masukan dan solusi atas sejumlah permasalahan terkait sektor kesehatan kepada pimpinan unit penyelenggara kesehatan dan juga kepada kepala daerah,” katanya.
Ia menjelaskan, FKP yang turut dihadiri oleh Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan, Kebijakan, dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah I KemenPANRB Noviana Andrina itu, menghasilkan sejumlah usulan dan rekomendasi untuk perbaikan layanan kesehatan.
“Di antaranya, mengintegrasikan tim forum peduli kesehatan yang sudah terbentuk di setiap kecamatan dengan Tim FKP yang di dalamnya termasuk unsur dari Puskesmas untuk pengambilan kebijakan,” kata Heru yang juga menjabat Kabag Organisasi Setdako Banda Aceh ini.
Usulan lain, sambungnya, Dinas Kesehatan perlu lebih proaktif mensosialisasikan program-programnya kepada masyarakat dan pihak lainnya. “Rencana target pencapaiannya yakni meningkatkan kegiatan promosi terkait program kesehatan masyarakat.”
Mengingat beberapa Puskesmas belum memiliki tenaga ahli gizi dan tenaga ahli laboratorium medik, dipandang perlu untuk dilakukan penambahan tenaga ahli dimaksud. “Hal ini nantinya akan disesuaikan dengan Anjab/ABK masing-masing Puskesmas,” katanya
“Selain itu, perlu ada perhatian khusus kepada para perawat selaku profesi yang esensial dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Forum menilai perhatian dan pembinaan terhadap organisasi perawat masih minim. Solusinya dengan langkah advokasi dan pendampingan dengan organisasi profesi,” kata Heru.
Turut hadir pada acara tersebut Sekdako Banda Aceh Bahagia, Kadis Kesehatan Banda Aceh Warqah Helmi, dan sejumlah pejabat terkait lainnya. Hadir pula unsur dari Puskesmas, Persatuan Ahli Gizi, Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Flower Aceh, Gerak Aceh, Dompet Duafa, dan PKBI Aceh.[] (*sar)



