BANDA ACEH – Syardani M. Syarif, akrab disapa Teungku Jamaica, ditunjuk oleh Ketua KPA (Komite Peralihan Aceh) dan PA (Partai Aceh), Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem sebagai juru bicara partai. Penunjukkan ini sekaligus mematahkan argumentasi dan sejumlah isu terkait empat tokoh yang semula bakal diangkat sebagai juru bicara. (Baca: Empat Kandidat Ramaikan Bursa Calon Jubir Partai Aceh)

Penunjukkan Syardani sebagai Juru Bicara Partai Aceh tentu bukan hal yang mengejutkan. Apalagi yang bersangkutan pernah menjadi staf khusus Mualem, semasa menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh.

Lalu bagaimana kisah penunjukkan pria yang berjuluk “Komputer” ini sebagai Juru Bicara Partai Aceh?

Alhamdulillah… Uroë Minggu, 18 Februari 2018 cot uroë, di rumoh Ulèë Karéng, Mualem geulakèë Lôn keu Jurubicara Partai Aceh (PA). Phôn Lôn tanyong bak Mualem. (Alhamdulillah… hari Minggu, 18 Februari 2018 siang, di rumah Ulee Kareng, Mualem meminta saya untuk menjadi Jurubicara Partai Aceh (PA). Pertama, saya tanya pada Mualem)," kata Teungku Jamaica, mengulang percakapan antara dirinya dan Mualem saat diwancarai portalsatu.com/, di Banda Aceh, Ahad, 4 Maret 2018. 

Syardani mengungkapkan awalnya dia hanya menanyakan perkembangan rapat tim formatur soal penyusunan struktur Partai Aceh. Dalam pembicaraan tersebut, Mualem mengatakan kepada Syardani bahwa susunan partai belum terbentuk. “Gohlom. Gohlom ta susôn. Puë kaduëk Droëkeuh keu Jurubicara? (Belum. Belum kita susun. Apa kau saja yang menjabat sebagai jurubicara?),” kata Mualem seperti dikutip Jamaica.

Mendapat pertanyaan ini, Teungku Jamaica kemudian menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Mualem. 

Baroë jéh 3 gò neulakèë Lôn keu Jurubicara PA han Lôn tém, karena Lôn bi kesempatan keu ureuëng laén. Tapi jinoë ka Lôn tém, karena kalheuëh ta bi kesempatan keu ureuëng laén. Kemudian uroë Rabu, 28 Februari 2018, Mualem geutelepon Lôn dan geupeurintah geuyuë peugah haba laju Lôn sebagai Jurubicara Partai Aceh (PA). “OK. Gòt Bang, Insya Allah.” Lôn jaweuëb. (Dulu, tiga kali saya diminta untuk menjadi jurubicara PA, saya tidak mau, karena saya berikan kesempatan kepada orang lain. Tapi sekarang saya sudah mau, karena sudah kita berikan kesempatan kepada orang lain. Kemudian, hari Rabu, 28 Februari 2018, Mualem menelpon saya, dan beliau memerintahkan saya untuk segera bicara sebagai jurubicara Partai Aceh (PA). OK. Bang, saya Jawab,” kata Jamaica lagi seraya mengutip pembicaraannya dengan Mualem.[]